Kepala Sekolah MTs N Warudoyong Sebut Sudah Sesuai Regulasi, Namun Pembangunan Dilaksanakan Diduga Tanpa IMB
Rabu, 29 Agustus 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 187 kali
Pembangunan sarana prasarana belajar siswa MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi dilaksanakan tanpa IMB. (Foto: Iyans)

SUKABUMI, Medikomonline.com - Dana sumbangan dari orang tua murid MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi yang dipergunakan untuk pembangunan sarana prasarana belajar siswa, ruangan komputer, disebut oleh Kepala Sekolah MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi bahwa  pelaksanaan pembangunannya  sudah sesuai regulasi. 
Namun ketika wartawan mengonfirmasikan terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT SP) Kota Sukabumi, di Jalan Mayawati Atas Nomor 11 Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada hari Senin (27/08/2018), Kepala Seksi Bidang Perizinan Pauji,  kepada
wartawan mengatakan, untuk memastikan ada atau tidaknya IMB, pihak DPTMPT-SP membutuhkan informasi detail lokasi kegiatan berikut nama penanggung jawab kegiatan pembangunan dalam hal ini Kepala Sekolah. “Setelah ada informasi itu baru bisa dilakukan pengecekan di buku register pendaftaran/pengajuan permohonan IMB,” katanya. 
Pauji juga menambahkan, jika memang kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung di MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi tidak diurus IMB-nya, itu artinya kepala sekolah diduga tidak mengindahkan Peraturan Daerah Kota Sukabumi tentang IMB.

Namun demikian, katanya, DPTMPT-SP sifatnya hanya memberikan pelayanan penerbitan IMB saja kepada setiap pemohon yang memang sudah lengkap persyaratannya secara administrasi.

Jadi apabila kegiatan pembangunan  tersebut tidak memiliki IMB, maka yang berwenang untuk melakukan peneguran hingga eksekusi yaitu Satuan Polisi Pamong Praja sebagai penegak Peraturan Daerah.

Pauji juga mendandaskan, Peraturan Daerah tentang IMB tersebut, dibuat untuk ditaati oleh semua elemen. “Jadi secara garis besar siapa pun yang melakukan pembangunan, mau itu bangunan gedung sekolah, masjid, pabrik, gudang, apapun itu bangunannya, baik itu pembangunan total dari awal atau perubahan fisik bangunan, maka IMB itu harus ditempuh tidak terkecuali bagi siapa pun,” tegas Pauji.

Menurut dia, Perda itu berlaku untuk semua pihak. Setiap kegiatan pembangunan harus memiliki IMB, dan harus diperhatikan juga sebelum kegiatan pembangunan dilaksanakan IMB harus sudah dimiliki. “Bukan malah kebalik, kegiatan pembangunan sudah berjalan, IMB baru diurus," tegasnya.

Selanjutnya setelah DPMPT-SP mengetahui lokasi, berikut penanggung jawab kegiatan pembangunan di MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi, melalui pesan singkat WhatsApp kepada medikomonline.com, Pauji mengatakan, setelah dilakukan pengecekan kegiatan pembangunan di MTs Negeri Warudoyong/MTs Negeri Kota Sukabumi di Jalan Pramuka Nomor 3 Gedong Panjang, Kota Sukabumi, Jawa Barat dengan nama penanggung jawab Kepala Sekolah Rizalah Lukman Al Farabi, tahun 2018 ini belum ada permohonan pendaftaran pengajuan IMB.

Sementara Bunyamin, Lurah Gedong Panjang Kecamatan Citamiang Kota Sukabumi saat dikonfirmasi di ruangan kantornya di Jalan Pramuka Nomor 2 Kota Sukabumi, pada Selasa (28/08/2018) kepada wartawan mengatakan, kegiatan pembangunan di Sekolah MTs Negeri Warudoyong Kota Sukabumi memang berdampingan dengan bangunan kantor Kelurahan Gedong Panjang. Namun dari sejak pembangunan dimulai hingga saat ini, dari pihak sekolah tidak ada yang mengajukan rekomendasi untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan.

Bunyamin menambahkan, kepala sekolah bersama  stafnya memang pernah datang ke Kantor Kelurahan Gedong Panjang, namun bukan untuk mengajukan permohonan rekomendasi pembuatan IMB. “Kepala Sekolah hanya menyampaikan maaf apabila kegiatan pembangunan di sekolah yang dirinya pimpin dapat menggangu aktifitas di kantor Kelurahan Gedong Panjang,” beber Bunyamin. (iyan/tim)

(Penulis: Iyans -Tim/Editor: Mbayak Ginting)