LSM Somasi Apresiasi Kinerja Polda NTB Berhasil Gagalkan Pengiriman Bibit Lobster
Kamis, 08 Februari 2018 | 10 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 236 kali
Ketua Umum DPP LSM Somasi Golden S SH

BANDUNG, medikomonline.com – Ketua Umum DPP LSM Somasi Golden S SH mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian di Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) yang telah berhasil menggagalkan pengiriman bibit lobster di kawasan Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Kamis dini hari (8/2/2018).

Seperti diketahui kata Golden kepada medikomonline.com di Bandung, Kamis (8/2/2018), Dir Polair Polda NTB Kombes Pol Edwin Rachmat Adikusumo dan  Kasubdit Gakkum Dit Polair AKBP Erwin Ardiansyah SIK MH beserta jajaranya berhasil menggagalkan pengiriman bibit lobster yang menggunakan satu unit truk dengan Nomor Polisi H 1413 KF.

“Oleh karena itu, LSM Somasi memberikan apresiasi atas kinerja Polda NTB, khususnya jajaran Polair Polda NTB. Penggagalan pengiriman bibit lobster ini secara tidak langsung telah ikut menjaga kelestarian Lobster di laut Indonesia,” ujar Golden yang juga dikenal sebaga advokat ini.

Sementara Kasubdit Gakkum Dit Polair Polda NTB AKBP Erwin Ardiansyah kepada wartawan menjelaskan, bibit Lobster disimpan bersama muatan barang yang lainnya dengan menggunakan lima buah kardus dan satu box stereofom (6 koli) yang berisi 137 kantong plastik baby lobster dengan rincian 20.422 ekor jenis mutiara dan 22 ekor jenis pasir.

Erwin Ardiansyah mengatakan, bibit Lobster itu rencananya akan dibawa ke Bali. "Bibit lobster yang harga jualnya diperkirakan mencapai Rp3 miliar ini ditemukan dalam sebuah truk angkutan umum yang akan menyeberang ke Bali," kata Erwin kepada wartawan.

Lanjut Erwin, tersangka dan barang bukti dibawa polisi ke kantor Dit Polair Polda NTB untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. “Karena itu dari hasil pemeriksaan penyidik, sopir berinisial M dan BH telah ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pidana Pasal 88 Junto Pasal 16 Ayat 1 dan atau Pasal 100 Junto Pasal 7 Ayat 2 Huruf j Undang-Undang RI Nomor 31/2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang RI Nomor 45/2009,” ujar erwin.

“Rencanya Dit Polair Polda NTB bersama instansi terkait hari ini akan melaksanakan pelepasan kembali baby lobster, mengingat bibit lobster kan tidak bisa bertahan lama hidup di luar habitatnya,” katanya.

Terkait penangkapan  bibit lobster ini, Golden mengatakan, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dipimpin Menteri Susi Pudjiastuti selama ini memang telah melarang penangkapan lobster yang beratnya di bawah 200 gram per ekor. “Larangan penangkapan bibit Lobster oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lobster di laut Indonesia.  Penangkapan dan jual beli bibit Lobster ini akan menggangu ketersediaan Lobster di masa depan,” tegas Golden mendukung kebijakan Menteri Susi Pudjiastuti.

Golden menambahkan, larangan penangkapan bibit Lobster ini jelas tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/Permen-KP/2016 Tentang Larangan Penangkapan Dan/Atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia. 

  

 

(Penulis: IthinK)