Mantan Walikota Depok Siapkan 5 Pengacara Hadapi Pemeriksaan Tipikor
Sabtu, 08 September 2018 | 15 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 112 kali
Iim Abdul Halim, Kuasa Hukum Nur Mahmudi Ismail

DEPOK, Medikomonline.com – Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail (NMI) menyiapkan lima pengacara untuk mendampingi dirinya menghadapi pemeriksaan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi (tipikor) Jalan Nangka di Kepolisian. Hal itu diutarakan Tim Kuasa Hukum Tersangka NMI saat ditanya di Mapolresta Depok.

“Tim Pengacara yang hadir mendampingi Bapak Nur Mahmudi adalah sebanyak lima orang,” kata Iim Abdul Halim selaku Kuasa Hukum kepada awak media, Kamis (6/9/2018).

Iim menegaskan, ketidak hadiran kliennya yang sebelumnya telah dijadwalkan oleh Polisi untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka tipikor Jalan Nangka yang diduga telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp10,7 milyar pada Kamis (6/9/2018) dikarenakan sakit, masih menjalani pemeriksaan dokter.

“Pak Nur Mahmudi hari ini mengajukan permohonan penundaan pemeriksaan. Setelah tanggal 10, Insya Allah siap mengikuti jadwal penyidik dikarenakan beliau masih harus perika lagi di dokter,” tuturnya.

Iim menambahkan, kliennya NMI tersebut sedang mengalami sakit di bagian kepala. Yang pasti masih dalam proses pemulihan dan sudah dirujuk ke RSCM.

“Secara medis saya kurang tahu, kurang bisa menjelaskan. Yang pasti beliau masih dalam proses pemulihan. Pak Nur Mahmudi mengeluh sakit di bagian kepala dan rencananya hari Senin dirujuk ke RSCM,” ujarnya.

Masih katanya, kondisi fisik tersangka NMI saat ini ada bekas darah mengering di mata sebelah kiri, kemudian di bagian leher ada juga bekas darah mengering.

“Pak Nur Mahmudi sewaktu main bola voli benturan dengan teman kemudian terjatuh dan mengenai kepala bagian belakang. Insya Allah Pak Nur Mahmudi masih bisa komunikasi dan siap menjalani pemeriksaan di Polres Depok,” katanya.

Mengenai apakah tersangka NMI mengeluh harus ada tersangka lain? Iim menjelaskan bahwa pertemuan kuasa hukum dengan kliennya belum ke materi perkara, masih pembicaraan sebatas kondisi kesehatannya dan permohonan penundaan saja.

“Nanti ya. Saya baru ketemu beliau tanggal 5 September kemarin. Baru sebatas kesehatan saja. Mengenai daya ingat, Pak Nur Mahmudi masih bisa komunikasi makanya siap untuk pemeriksaan,” paparnya.

Iim menuturkan, tersangka NMI sempat rawat medis di RS Hermina Depok, lalu ke Limo kemudian rekam medic di Limo Medicare. Soal hilang ingatan, ia mengatakan tidak tahu soal itu tapi kliennya mengalami kerusakan syaraf sehingga reflek menjadi melambat.

“Kemarin saya ketemu beliau baik-baik saja, jadi siap untuk menjalani pemeriksaan di penyidik. Mengenai pemeriksaan selanjutnya kapan, penyidik yang akan menentukan. Yang pasti dari kami kooperatif menghadiri panggilan selanjutnya,” tandasnya.

(Penulis: Lucy/Editor: Mbayak Ginting)