Nasabah Keluhkan Manajemen Adira Majalengka
Kamis, 30 Maret 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 154 kali
Ilustrasi kredit

MAJALENGKA, Medikomonline.com – Seorang nasabah Adira, Asep Surahmat mengeluhkan pihak manajemen Adira yang dianggapnya tidak transparan terhadap nasabah ketika melakukan akad kredit. Asep merasa dibohongi karena harus membayar utang yang dianggapnya di luar batas kewajaran.

    Pasalnya menurut Asep, nilai uang yang diterimanya tidak sesuai dengan nilai kredit yang tertera pada dokumen kredit yang ternyata jauh lebih besar.

    Menurut Asep pada September 2016 lalu, istrinya Neliawati beralamat di Blok Mekarwati RT 03/01, Desa Anggrawati, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka mengajukan kredit untuk tambahan modal dagangannya sebesar Rp5.000.000 dengan agunan BPKB sepeda motor. Tak lama kemudian dana tersebut cair dengan uang yang diterima sebesar kurang lebih Rp 4.000.000 dengan nilai cicilan Rp 453.000 selama 18 bulan, suku bunga sebesar 3,88 persen. 

    “Setelah 6 kali cicilan, saya berusaha melunasinya. Namun betapa kagetnya karena ternyata total yang harus dibayar mencapai Rp 4.775.000. Bila demikian artinya saya dianggap belum pernah mencicil nilai pokok kredit karena total yang harus dibayar akhirnya mencapai Rp 8.154.000,” ungkap Asep.

    Yang lebih mengagetkan menurutnya ketika melihat medokumen ternyata kredit yang diberikan mencapai Rp 6.031.000 padahal pengajuan kredit dan uang yang diterima di bawah Rp 5.000.000. Karena Asep beranggapan berkurangnya uang yang diterima sebagian dipergunakan untuk provisi dan asuransi.

    “Masa kredit sampai ada nilai uang ganjil, setahu saya kalau kredit itu di mana-mana nilai pinjamannya pasti bulat tidak pernah ada nilai ganjil, kami juga ketika melakukan akad kredit tidak diberikan penjelasan apapun mengenai kewajiban yang harus dipenuhi oleh nasabah termasuk biaya yang harus dibayar oleh nasabah untuk pengajuan kredit tersebut,” kata Asep yang mengaku sempat marah karena kecewa terhadap pihak manajemen.

Atas persoalan tersebut Asep mengaku kecewa karena pihak manajemen Adira dianggap telah membohonginya.

    Sementara itu pihak manajemen Adira Majalengka, Heri dan Yuda mengatakan, bertambahnya  kredit tersebut karena pihak nasabah harus membayar asuransi kecelakaan sebesar Rp 28.800, asuransi kehilangan sebesar Rp 277.200, administrasi sebesar Rp 725.000. Sehingga total pinjaman yang harus dibayarkan menapai Rp 6.031.000.

    Mereka mengakui persoalan tersebut tidak pernah dijelaskan kepada nasabah, alasannya pada umumnya nasabah hanya ingin menerima uang kredit tidak butuh penjelasan apapun menyangkut kewajiban nasabah.

    “Biasanya kan nasabah itu hanya ingin terima uang kredit tidak pernah menanyakan apapun termasuk kewajiban mereka harus membayar sejumlah biaya administrasi. Kami biasanya hanya menanyakan berapa kredit yang diajukan atau berapa nilai uang yang ingin diterima. Bila demikian maka administrasi akan ditambahkan, sedangkan biaya administrasi berapapun nilai kredit yang diterima sebesar Rp 725.000,” kata Heri dan Yuda.

(Penulis: Juremi)