Oknum Kontraktor Ancam Konsultan dengan Senpi, Ketua Perbakin Indramayu Geram
Senin, 19 November 2018 | 21 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 809 kali
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu yang juga Ketua Perbakin kabupaten Indramayu H Omarsyah BAE SSos MM

INDRAMAYU, medikomonline.com – Ketua Perbakin kabupaten Indramayu yang juga Kepala Dinas PUPR setempat merasa geram dan menyesalkan atas ulah oknum pemborong/kontraktor di Kabupaten Indramayu berinisial ZL yang melakukan ancaman terhadap konsultan yang tengah melakukan aktivitas di proyek embung Temiyang Sari Kecamatan Kroya Indramayu.

Ancaman menggunakan senjata api yang dilakukan oleh ZL beberapa waktu lalu, diduga dilakukan untuk menakut-nakuti aktivitas konsultan yang tengah melakukan pengecekan terhadap proyek embung tersebut.

Bak jagoan neon, sang kontraktor itu tidak tanggung-tanggung mengeluarkan senjata api dan menembakkan ke tanah terhadap konsultan yang tengah bekerja melakukan pendampingan proyek embung di Temiyang Sari.

“Suara letusan senjata api itu terdengar oleh pekerja yang ada di sekitar proyek,” jelas sejumlah pekerja yang ditemui media belum lama ini.

Menurut para pekerja, tindakan arogan oknum kontraktor ini membuat konsultan dan salah seorang ASN dari Dinas PUPR Kabupaten Indramayu merasa ketakutan. Para pekerja sendiri tidak mengetahui persoalan apa sehingga senjata api tersebut meletus.

“Bener pak saya yang di sini aja ketakutan. Namun penyebabnya saya tidak tau ada masalah apa antara konsultan dengan kontraktor tersebut,” ujar para pekerja yang minta namanya dirahasiakan.

Kabar adanya tindakan arogan dari oknum kontraktor di kabupaten Indramayu itu, sontak terdengar hingga ke Dinas PUPR setempat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu H Omarsyah BAE SSos MM yang juga Ketua Perbakin kabupaten Indramayu sangat menyayangkan adanya aksi letusan senjata api dalam proyek embung di Temiyang Sari. “Pegawai saya melaporkan adanya insiden ancaman dengan menggunakan senjata api. Ini sangat kami sayangkan,” tandasnya.

Menurutnya, dia telah menerima laporan secara rinci terkait letusan senjata api di proyek embung Temiyang Sari itu, baik dari pegawainya maupun konsultan proyek. Pihaknya meminta kepada seluruh pegawai di lapangan untuk tidak takut dengan segala bentuk ancaman yang dilakukan oleh siapapun.

“Jangan takut dengan ancaman pistol sekalipun. Yang penting kita bekerja sesuai aturan. Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Dan ini kejadian yang pertama kali terjadi di kabupaten Indramayu dalam proyek insfrastruktur yang amat sangat memalukan,” tegas Omarsyah dengan nada menahan amarah.

Keprihatinan senada juga disampaikan Ketua Gapensi Kabupaten Indramayu, Mulyadi Cahya. Didampingi Sekretaris Gapensi, H Sugino, Mulyadi menilai aksi arogan dari seorang kontraktor ini dapat mencoreng dunia jasa konstruksi di kabupaten Indramayu.

“Saya khawatir kejadian itu mencoreng dunia konstruksi di Indramayu. Image orang di luaran dengan peristiwa ini sangat tidak kondusif. Dan dapat berpikir ulang untuk menanamkan modal investasinya di Indramayu,” jelas Mulyadi Cahya yang juga mantan Journalis Warta Indonesia tersebut.

Sebagai ketua asosiasi jasa konstruksi, Mulyadi meminta pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR untuk lebih selektif lagi dalam memberikan pekerjaan kepada rekanan. "Saya khawatir akibat ulah segelintir oknum itu, akan berdampak bagi iklim konstruksi di daerah Indramayu, yang pada gilirannya membuat investor enggan untuk menanamkan modalnya di Indramayu.

Sementara hingga dirilisnya berita ini, Senin (19/11/2018) medikomonline.com masih belum menerima kabar pasti tentang nasib zl terkait aksi koboy yang dilakukannya terhadap konsultan tersebut. Namun sejumlah masyarakat Indramayu berharap, agar pihak berwajib segera menindaklanjuti tindakan bodoh sang oknum kontraktor itu untuk dibawa ke ranah hukum. "Sikap tegas aparat penegak hukum itu harus dilakukan untuk membuat efek jera bagi si pelaku, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi," tandas Agus, warga Indramayu.

 

(Penulis: H Yonif/Editor: Dadan Supardan)