A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Oknum Pejabat BPN Kabupaten Bogor Diciduk Badan Narkotika Nasional
Kamis, 12 April 2018 | 4 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Badan Narkotika Nasional /Ilustrasi

BOGOR, Medikomonline.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor menangkap seorang oknum pejabat, ATR\BPN bersama istri dan temannya, karena mengonsumsi narkoba jenis sabu,  Sabtu, sekitar pukul 02.56 Wib dini hari, (17/03/18). Ketiganya diicurigai dan diciduk saat pesta sabu di Perumahan Cibinong Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kepala BNNK Bogor Bhudi Setia Nugraha mengatakan, ketiganya adalah satu pria berinisial AG, istri AG berinisial S, dan satu orang wanita berinisial Z. “Saat ditangkap ketiganya sedang berpesta narkoba jenis sabu. Salah satu pelaku diketahui oknum pegawai ATR/BPN Kabupaten Bogor berinisial AG,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, Selasa (10/04/18) sore.

Dari hasil tes urine yang dilakukan sesudah penangkapan, ketiga orang tersebut positif memakai narkotika jenis sabu. BNNK Bogor menyita beberapa barang bukti berupa sisa sabu seberat satu gram, dan botol alat penghisap.

Lebih jauh Bhudi bercerita, karena ingin mendapatkan sumber barang haram yang dipakainya itu, maka BNNK Bogor telah melepaskan AG dan kedua pelaku lainnya tanpa menyandang status sebagai tersangka.

”Pasca penangkapan ketiganya digiring ke kantor BNNK Bogor, namun dilepaskan untuk mendapatkan sumber barang haram tersebut,” ungkap Budi.

Lanjutnya, ketiga orang pemakai itu dilakukan direhabilitasi, dan diharapkan dapat memberikan informasi sumber barang itu, makanya akan kami lakukan assesment. Namun, AG tidak kooperatif dan sampai saat ini tidak datang ke BNNK Bogor untuk diperiksa dan ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Kami sudah melayangkan tiga kali surat pemangilan ke kantor ATR/BPN Kabupaten Bogor. Pada tanggal 28 Maret, 3 April dan 6 April 2018 untuk menghadapkan AG agar dapat diperiksa, namun surat tersebut sama sekali tidak direspons,” imbuh Budhi.

Sementara itu, ketika hal ini dikonfirmasi kepada yang bersangkutan, AG sedang tidak berada di kantor. Namun salah satu pejabat ATR/BPN Kabupaten Bogor, Budi Kristiyana menjelaskan, dirinya membenarkan AG salah satu pejabat di BPN Kabupaten Bogor dan perbuatan yang dilakukan AG tidak ada kaitannya dengan instansi BPN.

“Itu urusan pribadi dia, tidak ada kaitannya dengan instansi BPN, kecuali saat AG melakukan pesta narkoba di kantor BPN,” tandas budi. 

(Penulis: Gani/Editor: Mbayak Ginting)