PLN Cikarang Biarkan Tiang Listrik Miring Bahayakan Keselamatan Warga
Kamis, 27 April 2017 | 7 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 120 kali
Tiang listrik miring di samping rumah warga belum diperbaiki. (Foto: Manah Sudarsih/Medikom)

BEKASI, Medikomonline.com - Tiang listrik miring di Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu sampai saat ini dibiarkan oleh Pihak PLN Cikarang. Padahal warga sudah melaporkannya berkali-kali.

Tiang listrik tersebut berada di pemukiman warga dan sangat membahayakan rumah warga. Di Kecamatan Bojongmangu, tiang listrik miring terjadi di Desa Bojongmangu, Karangmulya, dan Desa Karang Indah, sedangkan di Kecamatan Cibarusah terjadi di Desa Ridogalih.

   Menurut Kepala Desa Bojongmangu Ibut Jari, pihak PLN Cikarang sepertinya tak sigap dengan laporan yang dikirimkan warga serta pihak desa. Kondisi miringnya tiang listrik itu sangat membahayakan keselamatan warga. Sebab posisi tiang listriknya disamping rumah warga. "Padahal saya sudah dua kali memgirimkan surat kepada Pihak PLN, tapi sampai saat ini belum juga ada tanggapannya, PLN Cikarang lamban meresponnya, sepertinya pihak PLN tunggu tiang itu roboh dan menimpa rumah warga," katanya kepada Medikom dengan nada kesal, Kamis (13/4).

   Di tempat terpisah Sekdes Karangmulya Samid menegaskan, ternyata masalahnya sama, di Desa Karangmulya dan Karang Indah pun ada tiang listrik miring, sudah dilaporkan ke pihak PLN Cikarang tapi tak direspons. Padahal kondisi tiang listrik tersebut sangat membahayakan warga sekitar. "Harusnya pihak PLN jangan main-main terhadap para konsumen," terangnya.

  Salah satu perwakilan dari Pihak PLN Cikarang Ujang mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi tiang listrik yang miring di Desa Bojongmangu. Ternyata di tiang listrik yang miring tersebut ada jaringan atau saluran air pipa PDAM. Sehingga tiangnya harus dipindahkan dan itu memerukan waktu. "Pihak Kami saat ini sedang merencanakan perbaikan tiang listrik yang miring. Ada dua alternatif diperbaiki atau dipindahkan tiang listriknya. Jika dipindahkan memerlukan waktu sekitar lima jam dan harus ada pemadaman," tandasnya saat dihubungi oleh Medikom

(Penulis: Manah/Editor: Dadan S)