A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
PT Prima Mixindo Utama Kurangi Aspal, Peningkatan Jalan Cileungsi – Cibeet Sudah Banyak Retakan
Jumat, 06 Oktober 2017 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Hasil Peningkatan Jalan Cileungsi – Cibeet sudah banyak mengalami retakan dan lubang besar di bahu jalan yang amblas dibiarkan menganga. (Foto: Medikom)

BANDUNG, Medikomonline.com – Meskipun Pekerjaan Peningkatan Jalan Cileungsi – Cibeet (4 Km) baru selesai tahun 2016 lalu, nyatanya kondisinya kini banyak terjadi retakan baik pada perkerasan beton maupun perkerasan aspal. Tidak hanya itu, pemeliharaan bahu jalan juga sepertinya diabaikan dengan adanya lubang besar menganga yang sewaktu-waktu bisa memakan korban pengguna jalan.

Rendahnya kualitas hasil Peningkatan Jalan Cileungsi – Cibeet yang menelan anggaran Rp17,2 milyar ini menimbulkan keprihatinan bagi para aktivis Konsorsium Aliansi Rakyat Menggugat (ARM). Ketua Umum ARM Furqon Mujahid kepada Medikom di Bandung, Sabtu (30/9) mengatakan, banyaknya retakan yang terjadi pada permukaan jalan hasil Peningkatan Jalan Cileungsi – Cibeet tidak terlepas dari tindakan curang kontraktor Peningkatan Jalan Cileungsi – Cibeet PT Prima Mixindo Utama dengan mengurangi volume pekerjaan perkerasan aspal.

“Padahal pekerjaan Peningkatan Jalan Cileungsi – Cibeet baru selesai satu tahun lalu, tapi retakan sudah banyak terjadi. Kondisi ini mengindikasikan lemahnya pengawasan dari Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan I sehingga kinerja kontraktor tidak terkontrol dan terjadi pengurangan volume pekerjaan pengaspalan oleh PT Prima Mixindo Utama,” ujar Mujahid.

Lanjut Mujahid, pengurngan volume pekerjaan perkerasan aspal ini sudah menjadi temuan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan. “Tentu pengurangan volume pekerjaan perkerasan aspal ini tidak hanya persoalan administrasi pengembalian kerugian keuangan negara/pemerintah semata, tapi harus dikaji secara mendalam tentang motif dari kontraktor PT. Prima Mixindo Utama mengurangi volume pekerjaan dan kontraktor yang lemah melakukan pengawasan,” urai Mujahid.

Retakan melintang juga terjadi pada perkerasan beton dalam pekerjaan Peningkatan Jalan Cileungsi – Cibeet. “Bahkan lubang besar menganga pada bahu jalan dibiarkan tanpa terlihat adanya perawatan dari kontraktor. Berdasarkan peninjauan di lapangan, lubang besar ini diduga terjadi karena material yang digunakan untuk bahu jalan amblas. Jika lubang besar ini dibiarkan terus, para pengguna jalan bisa terperosok ke dalam lubang tersebut,” ujar Mujahid.

Ketika permasalahan ini dikonfirmasi kepada Kepala BPJ Wilayah Pelayanan I Yongga Bhakti ST MT didampingi Ayi di kantornya, Cianjur, Jumat (22/9) mengatakan, Pekerjaan Peningkatan Jalan Cileungsi – Cibeet (4 Km) masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun. Namun sayangnya Yongga tidak menjelaskan, apa penyebab terjadinya banyak retakan pada Peningkatan Jalan Cileungsi – Cibeet yang baru selesai tahun 2016 lalu. 

((Penulis: Tim))