A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Pejabat Diskimrum Sangat Lambat Proses Sanksi Blacklist PT Sumber Bayak Kreasi Dilaporkan ke LKPP, KPK Diminta Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid Plumbon
Selasa, 17 Oktober 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Beton pada halaman Masjid Plumbon banyak ditemukan retakan, baik retakan memanjang, retakan melintang, retakan berkelok mengindikasikan buruknya kualitas konstruksi hasil kerja kontraktor. (Foto: Medikom)

BANDUNG, Medikomonline.com – Pejabat Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) Jabar sangat lambat memposes tahapan sanksi blacklist terhadap kontraktor Pembangunan Masjid di Plumbon, Kabupaten Cirebon PT Sumber Bayak Kreasi, dilaporkan oleh Konsorsium Aliansi Rakyat Mengguggat (ARM) kepada Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) di Jakarta. Sejak 30 Desember 2016 kontrak PT Sumber Bayak Kreasi diputus oleh Diskimrum Jabar, ternyata setelah dalam jangka waktu 10 bulan, proses tahapan sanksi blacklist baru sampai pada tahan permintaan rekomendasi kepada Inspektora Jabar.

“Laporan ini disampaikan ARM agar proses tahapan blacklist bisa berjalan objektif dan transparan. Masa dalam waktu sepuluh bulan belum selesai proses pengenaan sanksi blacklist?” ujar Ketua Umum Konsorsium  Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid kepada Medikom, Jumat (13/10) di Bandung.

Mujahid juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki dugaan korupsi Proyek Pembangunan Masjid di Plumbon yang melibatkan para pejabat Diskimrum Jabar dan kontraktor PT Sumber Bayak Kreasi. “Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat di Plumbon, Kabupaten Cirebon dikerjakan oleh kontraktor PT. Sumber Bayak Kreasi pada tahun anggaran 2015 dan tahun 2016 dengan total anggaran sekitar Rp16 milyar,” kata Mujahid.

Berkaitan dengan proses sanksi daftar hitam tersebut, Sekretaris Diskimrum Jabar Dr Ir Asep Supriatna MEng Sc menjelaskan, dalam kegiatan Pembangunan Masjid Jawa Barat di Plumbon Kabupaten Cirebon, dalam rekomendasi dari Auditor BPK mengusulkan tindak lanjut terhadap kejadian pemutusan kontrak kepada PT. Sumber Bayak Kreasi. Untuk menindaklanjuti rekomendasi Auditor BPK, Diskimrum Jabar telah mengajukan permintaan rekomendasi terhadap tindak lanjut dari pemutusan kontrak PT. Sumber Bayak Kreasi kepada Inspektorat Jawa Barat selaku APIP sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Jaminan pelaksanaan (kontraktor PT. Sumber Bayak Kreasi) telah dicairkan,” kata Asep Supriatna.

Lanjut Mujahid, ARM juga menyayangkan Sekretaris Diskimrum Jabar tidak menjelaskan penyebab terjadinya retakan beton di halaman Masjid Plumbon tersebut. “Banyaknya jumlah retatakan beton yang terjadi, tentu bukanlah suatu kebetulan,” katanya.

Lanjut Mujahid, berdasarkan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2016, Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat di Plumbon menyatakan akan mengenakan sanksi masuk daftar hitam (black list) kepada kontraktor PT Sumber Bayak Kreasi setelah ada hasil pemeriksaan penyebab menara masjid roboh. Tapi fatkanya, sampai tanggal 10 Oktober 2017 tidak ada tercantum nama kontraktor PT. Sumber Bayak Kreasi di Daftar Hitam - Inaproc - LKPP.

Melihat kondisi tersebut, Mujahid menilai para pejabat Diskimrum Jabar tidak konsisten dan bertindak cepat melakukan black list terhadap kontraktor PT. Sumber Bayak Kreasi sehingga menjadi dugaan kuat adanya tawar menawar atau kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) antara pejabat  Dinas Perumahan dan Permukinan Jawa Barat dengan PT. Sumber Bayak Kreasi.

Jika para pejabat Diskimrum Jabar terus tidak konsisten melakukan black list kepada PT. Sumber Bayak Kreasi, Mujahid mengatakan, para pejabat Diskimrum Jabar berpotensi terseret dalam dugaan korupsi proyek Pembangunan Masjid Plumbon tersebut. “Untuk itu sudah selayaknya para penegak hukum melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi pembangunan Masjid Plumbon ini, katanya.     

Selain permasalahan menara masjid yang roboh, Mujahid menambahkan,  kualitas konstruksi pada bangunan beton halaman masjid juga sudah mengalami banyak retakan. Retakan yang terjadi pada beton bervariasi, berupa retakan melintang (transversal cracks), retakan memanjang (longitudinal cracks), retakan berkelok-kelok (meandering cracks).

Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat merupakan salah satu Program dan Kegiatan Unggulan Provinsi Jawa Barat yang telah dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melalui Kepgub 500/Kep/66-Org/2014 tentang Koordinasi Implementasi Program, Kegiatan Atau Pekerjaan Unggulan Di Jawa Barat. Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat ini dilaksanakan oleh Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) Jawa Barat  yang dipimpin Ir Bambang Rianto MSc.

Robohnya menara Masjid Plumbon berbuntut pada Pemutusan/Penghentian Kontrak pada PT. Sumber Bayak Kreasi tanggal 30 Desember 2016 oleh pejabat Diskimrum Jawa Barat. 

(Penulis: TIM)