Medikomonline.com - Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Dewan Pimpinan Kota dan Kabupaten Sukabumi secara serius menyikapi hiruk pikuk" /> medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Pemilihan Ketua PMI Kabupaten Sukabumi Diduga Dintervensi Oknum Pejabat
Kamis, 30 Agustus 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 139 kali
Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia

SUKABUMIMedikomonline.com - Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Dewan Pimpinan Kota dan Kabupaten Sukabumi secara serius menyikapi hiruk pikuk isu tentang musyawarah cabang (Muscab) pemilihan Ketua  Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Sukabumi yang rencananya akan dilangsungkan pada Kamis (30/08/2018) di Hotel Pangrango Selabintana Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. 

Sekretaris LAKRI DPK Kota-Kab Sukabumi Iwan Setiawan, melalui Press Release yang disampaikan kepada wartawan pada hari Rabu 29/08/2018, mengungkapkan, LAKRI menduga ada beberapa kejanggalan dalam proses sebelum berlangsungnya Muscab PMI Kabupaten Sukabumi tahun 2018. 

Dari Pantauan LAKRI selama proses berlangsung serta adanya masukan-masukan informasi dari berbagai sumber, LAKRI menilai ada indikasi penggiringan dari salah satu oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi. Menurut informasi dari beberapa sumber, Iwan mengatakan, oknum pejabat yang memiliki pengaruh besar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, diduga secara langsung telah memberikan intruksi kepada para calon pemilih, untuk memilih salah satu nama calon yang digiring oknum pejabat tersebut. 

Jika dugaan adanya penggiringan dari oknum pejabat agar para calon pemilih diintruksikan untuk memilih nama calon sesuai dengan yang di inginkan oknum pejabat tersebut, Iwan menegaskan bahwa jelas dengan begitu akan mencoreng nilai-nilai demokrasi.

“Prilaku penggiringan adalah hal yang tidak tepat di dalam memberikan  contoh bagaimana cara berdemokrasi yang tepat, dan sudah barang tentu prilaku penggiringan yang dilakukan oleh oknum pejabat tersebut,  merupakan kemunduran di dalam  pembelajaran berdemokrasi yang mengarah kepada pembodohan,” katanya.

Padahal, menurut Iwan, pejabat adalah suri tauladan bagi masyarakat, yang sudah sepatutnya memberikan contoh-contoh baik demi terwujudnya kemajuan untuk  Sukabumi yang lebih baik. “Pejabat pemerintah harus lebih mengedepankan kepentingan masyarakat luas ketimbang harus mengedepankan kepentingan pribadi, termasuk  dapat memberikan pencerahan dan pembelajaran cara berdemokrasi dengan baik kepada setiap elemen,” imbuhnya.

Kata Iwan lagi, berjalannya proses rencana Muscab PMI Kab Sukabumi dinilai sedikit tertutup. Selama proses rencana Muscab tersebut berlangsung, pihak penyelenggara terlihat minim dalam melakukan sosialisasi terhadap masyarakat, baik itu yang berkaitan dengan rencana Muscab, maupun sosialisasi terkait perekrutan bakal calon Ketua PMI priode 2018-2023.

“Padahal masyarakat secara luas memiliki hak untuk mengetahui Muscab tersebut serta memiliki hak untuk turut serta mencalonkan diri sebagai bakal calon Ketua PMI Kab Sukabumi,” tutur Iwan. 
Masih dalam press releasenya, di sisi lain kata Iwan lagi, menurut informasi dari beberapa sumber, di lingkungan PMI Kabupaten Sukabumi tidak ada transparansi terkait penggunaan anggaran. Akibat tidak adanya ketransaparanan tersebut dapat menjadi salah satu penghambat yang berpengaruh terhadap laporan pertanggungjawaban kinerja jajaran pengurus PMI. 

Seperti diketahui bersama bahwa Muscab PMI Kab Sukabumi seharusnya sudah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu, namun pada kenyataannya baru akan di laksanakan akhir bulan Agustus 2018.

Oleh sebabnya LAKRI DPK KOTA-KAB Sukabumi, menduga penyebab mundurnya muscab tersebut disebabkan oleh molornya proses penyusunan laporan pertanggungjawaban yang akan disampaikan pada Muscab oleh ketua dan rengrengan Pengurus PMI. “Tentu dengan adanya hal-hal seperti itu, kami menilai profesionalisme kinerja Pengurus PMI yang lama kurang begitu maksimal dan kurang memberikan kepuasan terhadap masyarakat secara luas. 

“Mudah-mudahan melalui Muscab yang akan di langsungkan di Hotel Pangrango Selabintana Sukabumi pada 30 Agustus 2018, melahirkan ketua serta pengurus PMI yang berkualitas dalam berbagai hal, sehingga PMI Kab Sukabumi, betul-betul menjadi PMI yang dapat menjawab segala harapan masyarakat khususnya hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan,” ujarnya.

Iwan juga menegaskan, mengingat LAKRI merupakan bagian dari kepentingan masyarakat, maka LAKRI DPK Kota-Kab Sukabumi, secara langsung akan mengawal proses Muscab sekaligus pemilihan ketua PMI Kab Sukabumi priode 2018-2023. 

(Penulis: Iyan S/Editor: Mbayak Ginting)