Penegak Hukum Didesak Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jalan Selajambe - Cibogo - Cibeet
Senin, 09 Oktober 2017 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 75 kali
Banyak retakan yang terjadi pekerjaan perkerasan beton. (foto: medikom)

BANDUNG, Medikomonline.com – Pengurangan volume aspal dalam proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet diduga menjadi salah satu modus dugaan korupsi oleh oknum pejabat Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan I – Dinas Bina Marga Penataan Ruang Jabar dengan pelaksana proyek PT Anten Asri Perkasa. Tidak hanya pada pekerjaan perkerasan aspal, dalam pekerjaan perkerasan beton juga diduga terjadi penyimpangan dengan banyaknya retakan yang terjadi pada jalan beton tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Konsorsium Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid kepada Medikom, Jumat (6/10) di Bandung. Lanjut Mujahid, dugaan pemyimpangan Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet diperkuat dengan adanya pengurangan volume aspal yang ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Oleh karena itu, kata Mujahid, seluruh jajaran ARM  mendesak lembaga penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk melakukan penyelidikan proyek Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet dengan nilai Rp 17,1 milyar yang dikerjakan oleh PT Anten Asri Perkasa. “Seluruh aktivis Aliansi Rakyat Menggugat akan bergerak mendukung pengungkapan dugaan korupsi Peningkatan Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet tersebut,” ujar Mujahid.

Mujahid juga meminta Kepala Dinas Bina Marga Penataan Ruang Jabar  M Guntoro dan Komisi IV DPRD Jabar memantau kemantapan jalan di jalur Jalan Selajambe - Cibogo – Cibeet karena retakan jalan pada perkerasan beton banyak sekali yang terjadi. “Berdasarkan pantauan Tim ARM  selama ini, Dinas Bina Marga Penataan Ruang Jabar  berkomitmen mengalokasikan anggaran pada jalan provinsi tersebut, tapi kualitas hasil pelaksanaan pekerjaan jalan sangat patut dipertanyakan kemantapannya,” tambah Mujahid.

Sementara Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan I Yongga Bhakti yang dikonfirmasi tentang indikasi penyimpangan pengurangan volume aspal dan retakan perkerasan beton, hingga saat ini tidak memberikan penjelasan. 

 

(Penulis: TIM)