Pers Depok Bentuk Sekber Wartawan Depok
Rabu, 01 November 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 24 kali
Puluhan media dan para jurnalis yang melakukan peliputan di lingkup Kota Depok sepakat dalam satu warna dan wadah di dalam Sekretariat Bersama Wartawan Depok.

DEPOK, Medikomonline.com - Peran pers pada saat ini sangat penting di masyarakat. Pemberitaan Cover Both Side (melihat sudut pandang berita dari dua sisi) adalah marwah insan pers yang harus selalu dijaga. Karena pers itu sendiri adalah alat kontrol sosial bagi pemerintah dalam setiap kebijakannya sehingga insan pers seharusnya menjadi media penyampaian setiap aspirasi masyarakat terhadap pemerintah.

Menyikapi hal tersebut puluhan media dan para jurnalis yang melakukan peliputan di lingkup Kota Depok sepakat dalam satu warna dan wadah di dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Depok. Hadir dalam diskusi tersebut para awak media dari Jakarta dan Bogor.

Atas dasar tersebutlah perwakilan organisasi pers, pewarta dan pemilik media di Kota Depok menggagas dibentuknya sebuah Sekretariat Bersama (Sekber) antarorganisasi pers, pemilik media dan pewarta Kota Depok.

Dikatakan Herry Budiman selaku inisiator, silaturahim ini pada dasarnya adalah sebagai forum untuk menyampaikan aspirasi pewarta Kota Depok serta membahas isu-isu terkini yang terjadi di Kota Depok. “Dari forum pertama tadi, kita sudah sepakat untuk membentuk Sekber dan langkah untuk mewujudkan Balai Wartawan dengan atau tanpa bantuan pemerintah daerah. Ke depannya, pertemuan seperti ini akan kita gelar rutin setiap pekan dan sifatnya inklusif, siapa saja bisa hadir atau berkontribusi,” imbuhnya.

Sementara itu M Iksan perwakilan  dari Depok Pos mengatakan, peran pers di Kota Depok ini  masih seperti hantu atau apalah namanya. “Ada tapi tak diangggap ada atau bahkan ditiadakan. Contoh kecilnya adalah bagaimana sulitnya pewarta mengkonfirmasi sebuah isu ke pejabat Pemkot Depok. Selain pintu-pintu dinas yang selalu tertutup rapat, pejabat juga jarang sekali berada di ruang kerjanya dengan alasan dinas luar. Wartawan yang nge-pos di Balai Kota pasti merasakan ini,” jelasnya

Diharapkan Iksan, dari agenda yang akan digelar rutin ke depannya, pewarta dan media yang ada di Kota Depok bisa bersama-sama menjadi pilar ke-4 dari demokrasi dan menjalankan perannya sesuai dengan etika jurnalistik serta mampu memberi warna tersendiri bagi pembangunan di Kota Depok lewat berita-berita yang disampaikan kepada khalayak.

Hal senada dikatakan Rahmat Budiarto dari literasidepoknews.com. Ia berharap agar para jurnalis yang melakukan peliputan di kota ini bisa mengangkat marwah dari peran jurnalis yang sesungguhnya sebagai sosial kontrol sesuai kode etik jurnalis guna memgawal pembangunan di Kota Depok.

Dari pertemuan tersebut Notulis Tiyas Tunggalono membaca resume notulen. Pertama, sebanyak 32 wartawan yang hadir sepakat membentuk wadah sebagai tempat dan ruang " perjuangan " bersama dengan nama Sekber Wartawan Depok. Kedua, mengadakan pertemuan rutin dwi mingguan atau bulanan. Ketiga, mengupayakan kantor Sekber Wartawan Depok. Keempat, hal-hal lain termasuk teknis dibahas pada pertemuan perdana Sekber Wartawan Depok sejak Hari Rabu 18 Oktober 2017 di Sop Nusantara Jalan Nusantara Depok Utara, Beji Kota Depok.

(Penulis: Lucy/Editor: Mbayak Ginting)