Police Line Taman Sri Baduga Dibuka, Kang Dedi Minta Masyarakat Sabar
Sabtu, 25 Februari 2017 | 9 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 38 kali
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meninjau Taman Air Mancur Sri Baduga

PURWAKARTA, Medikomonline.com - Gerbang timur dan gerbang barat yang merupakan akses pintu masuk dan keluar Taman Air Mancur Sri Baduga telah dibuka oleh pihak kepolisian dari Polres Purwakarta Rabu malam (22/2/2017). Polres Purwakarta dalam keterangannya menjelaskan, latar belakang pemasangan police line tersebut bertujuan untuk memudahkan penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara atas kronologis meninggalnya Indra Kusumawati (42) akibat serangan jantung setelah menonton Air Mancur Sri Baduga (18/22017) lalu.

"Sekarang kami buka dengan dasar penyidikan sudah dianggap cukup," kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Agta Bhuwana Putra dalam rilisnya.

Selain itu, Polres Purwakarta memandang bahwa Taman Air Mancur Sri Baduga merupakan ruang publik sehingga jika terlalu lama ditutup, akan kontraproduktif terhadap fungsi taman tersebut.

"Taman itu kan ruang publik, setelah kami buka, kami minta pemda memperhatikan aspek keamanan sebagai antisipasi kejadian yang tidak diinginkan," katanya menambahkan.

Apresiasi dari masyarakat mulai berdatangan dengan pembukaan police line. Dede (25), pemuda asal Gang Mawar Kelurahan Nagri Tengah mengaku senang sebab pembukaan police line ini juga berarti pertunjukan air mancur di Taman Sri Baduga dapat berlangsung sebagaimana biasa yakni setiap Sabtu malam Minggu.

"Kemarin itu tahu dari sosmed, kok tamannya dipasang police line, sekarang alhamdulillah dibuka, saya dan keluarga bisa nonton air mancur lagi," katanya hari ini, Kamis (23/2/2017) saat berolahraga di Taman Sri Baduga.

Di tempat yang sama, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meminta masyarakat dalam dan luar Purwakarta untuk bersabar. Saat ini, pemkab Purwakarta sedang menjalin komunikasi aktif dengan pihak kepolisian tentang pengurusan izin keramaian permanen untuk pertunjukan air mancur di Taman Sri Baduga.

"Langkah-langkah teknis sedang kami tempuh, masyarakat mohon bersabar, kami selalu berusaha membuat masyarakat merasa aman dan nyaman, makanya kami ajukan izin keramaiannya secara permanen saja," tandasnya.

Terkait permasalahan hukum yang saat ini telah diselidiki oleh Polres Purwakarta, Dedi mengaku menghormati proses yang saat ini telah berjalan. "Kita hormati, tentu harus ikut prosedur hukum, maka saya minta masyarakat bersabar sampai proses penyelidikan selesai," pungkasnya.

(Penulis: Daup Herlambang/Editor: Mbayak Ginting)