A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Proyek Jalan Dimenangkan PT Laksana Dharma Putra Tapi Dikerjakan Alat Berat PT Trie Mukty, ARM  Mendesak Kepala ULP Jawa Barat Transparan
Jumat, 06 Oktober 2017 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Ketua Umum Konsorsium  Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid mendatangi kantor Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan VI Cirebon Aseng Supriatna ST MSi untuk mengonfirmasi permsalahan kerjasama/kemitraan antara PT Laksana Dharma Pu

BANDUNG, Medikomonline.comPelaksanaan proyek Peningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu (6,600 Km)  pada tahun anggaran 2016 oleh kontraktor PT Laksana Dharma Putra terindikasi adanya sejumlah penyimpangan. Penyimpangan ini diperkuat juga dengan adanya pengurangan volume pekerjaan yang ditemukan dalam Hasil Pemeriksaan Badan  Pemeriksa Keuangan (BPK).

   Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Umum Konsorsium Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid kepada Medikom di Bandung, Jumat (29/9). “Indikasi adanya kolusi, korupsi dan nepotisme dalam proyek Peningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu (6,600 Km) dengan nilai kontrak Rp 42,2 milyar ini ketika di lapangan ditemukan alat berat milik PT. Trie Mukty Pertama Putra yang mengerjakan pekerjaan peningkatan jalan tersebut,” kata Mujahid.

   Padahal kata Mujahid, dalam proses lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Jawa Barat tidak ditemukan adanya kerja sama/kemitraan antara PT Laksana Dharma Putra yang beralamat di Jl. Lawang Tonjong No. 100 Lengkong Jamanis Kabupaten Tasikmalaya dengan PT Trie Mukty Pertama Putra yang beralamat di Jl. Pasanggrahan No. 39 Indihiang, Tasikmalaya.

   Menurut Mujahid, dari indikasi KKN di lapangan ini menunjukkan bahwa dalam proses lelang juga diduga ada permainan dalam penentuan pemenang tender. “Pertanyaannya, jika memang PT Laksana Dharma Putra yang memenangkan tender Peningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu (6,600 Km), mengapa PT Trie Mukty yang mengerjakan di lapangan?” kata Mujahid terheran-heran.

   Ketika permasalahan kerjasama/kemitraan PT Laksana Dharma Putra dengan PT Trie Mukty ini dikonfimasi kepada Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan VI Cirebon Aseng Supriatna ST MSi oleh Tim ARM dan Medikom ke kantor BPJ Wilayah Pelayanan VI di Jalan P Cakrabuana Nomor 102, Sumber Kabupaten Cirebon pada Selasa (19/9/2017), tidak ada penjelasan dari pihak terkait. Bahkan hingga tanggal 30 September 2017 juga tidak ada penjelasan dari Aseng Supriatna ST MSi dan Bambang Sulistiabudi ST MM selaku Pejabat Pembuat Komitmen.

   Oleh karena itu, Mujahid meminta Kepala ULP Jawa Barat transparan menjelaskan kerjasama/kemitraan yang ada antara PT Laksana Dharma Putra dengan PT. Trie Mukty Pertama Putra dalam proses lelang Peningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu (6,600 Km) tahun 2016 sehingga indikasi KKN ini bisa terang benderang untuk bisa diproses oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Densus Anti Korupsi Polri dan Kejagung.                

((Penulis: Tim))