A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Proyek Rp35 Milyar Berani Kangkangi Perijinan Pemkot Bandung, ARM  Desak Pemkot Bandung Segera Segel dan Bongkar Bangunan UIN Bandung
Selasa, 07 November 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
PPK Tedi Priatna mengakui, Pembangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang sudah dilaksanakan ini tidak dilengkapi persyaratan IMB dari Pemkot Bandung.

BANDUNG, Medikomonline.com – Proyek Pembangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dimenangkan oleh PT Amber Hasya senilai Rp35,4 milyar, dibangun oleh kontraktor tanpa memenuhi persyaratan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota Bandung.

Ketua Umum Konsorsium Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid mengatakan kepada Medikom di Bandung, Sabtu (4/11), pihak UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan kontraktor PT Amber Hasya telah mengabaikan perijinan Pemkot Bandung karena telah berani melakukan Pembangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung tanpa dilengkapi persyarat IMB. “Mereka berani mengangkangi perijinan Pemkot Bandung dengan membangun gedung tanpa IMB,” kata Mujahid.

Padahal kata Mujahid, sejak kontrak Pembangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung ditandatangani oleh kontraktor PT Amber Hasya 15 Juni 2017, harusnya persyaratan IMB diurus dulu sebelum membangun. “Tapi faktanya di lapangan, bangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung sudah dikerjakan kontraktor setidaknya tiga lantai tanpa dilengkapi persyaratan IMB,” ujar Mujahid.

Seharusnya kata Mujahid, UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai lembaga kampus patuh terhadap peraturan Pemkot Bandung dalam melaksanakan proyek Pembangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.

Oleh karena itu, kata Mujahid, jajaran aktivis ARM bersama Sembilan lembaga swadaya masyarakat mendesak Pemkot Bandung melalui Dinas Penataan Ruang Kota Bandung segera melakukan penyegelan dan pembongkaran Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang saat ini sedang dikerjakan oleh kontraktor.

“Ketika persyaratan IMB belum ada, mengapa pihak UIN Sunan Gunung Djati Bandung berani melakukan pembangunan gedung tersebut. Ini merupakan sebuah pelanggaran. ARM  mendesak agar bangunan yang sudah terlanjur dibangun tanpa IMB untuk segera dibongkar. ARM  akan melakukan aksi unjuk rasa ke Pemkot Bandung untuk mendesak penyegelan dan pembongkaran  Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung karena tidak mengantongi ijin sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Mujahid.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr Tedi Priatna MAg dalam Surat Nomor: 887 A/Un.05/II.4/HM.00/11/2017 tanggal 01 November 2017 mengakui bahwa proyek Pembangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang sudah dilaksanakan ini tidak dilengkapi persyaratan IMB dari Pemkot Bandung.

Tedi berdalih bahwa untuk pembuatan IMB Pembangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung merupakan tanggung jawab kontraktor PT Amber Hasya. “Sehubungan dengan hal tersebut, PT Amha sedang memproses penerbitan IMB sesuai regulasi yang berlaku,” kata Tedi.  

Terkait tanggungjawab pembuatan IMB Pembangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Mujahid menjelaskan, bahwa pihak UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak bisa cuci tangan begitu saja dengan membebankan tanggung jawab pembuatan IMB kepada kontraktor.

Soalnya kata Mujahid, sesuai dengan ketentuan pembuatan IMB, pemohon IMB baik yang bersifat perorangan maupun badan hukum harus menyerahkan fotokopi tanda bukti kepemilikan tanah/pengusaan tanah dan foto copy akta pendirian badan hukum. “Jadi sesuai ketentuan persyaratan pembuatan IMB, maka pemohon IMB dalam Pembangunan Gedung Pascasarjana Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung adalah pihak UIN Sunan Gunung Djati Bandung, bukan kontraktor,” kata Mujahid menjelaskan.

(Penulis: TIM)