Medikomonline.com - Sekber Wartawan Kota Depok turut berbelasungkawa yang mendalam atas peristiwa tewasnya wartawan Kemajuan Rakyat, Muhammad Yusuf" /> medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Sekber Wartawan Depok Minta Usut Tuntas Tewasnya Wartawan Dalam Penjara
Selasa, 12 Juni 2018 | 4 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 130 kali
Sekber Wartawan Kota Depok

DEPOK, Medikomonline.com - Sekber Wartawan Kota Depok turut berbelasungkawa yang mendalam atas peristiwa tewasnya wartawan Kemajuan Rakyat, Muhammad Yusuf (42) di dalam jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kotabaru, Minggu (10/6/2018).

Ketua Presidium Sekber Wartawan Kota Depok, Herry Budiman mengatakan sangat prihatin atas peristiwa tewasnya MY dan  berduka yang dalam. “Sekber turut belasungkawa dan berduka atas tewasnya rekan jurnalis MY  dalam penjara Kotabaru, Kalsel,” ujarnya.

Herry menambahkan, Polri harus usut tuntas kasus ini, adakah tindakan kekerasan atau kesalahan prosedur penanganan dalam kasus ini yang mengakibatkan MY tewas. “Sekber minta Polri harus usut tuntas ini. Kekerasan gak boleh terjadi lagi terhadap insan pers, apalagi sampai akibatkan kematian. Masa nulis berita kritis berakibat kematian,” pungkas Herry.

Di sisi lain, lanjut Herry, jurnalis harus taat pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dalam menjalankan tugas. “Kita sendiri juga harus taati KEJ, itu lah rel kita dalam jalani tugas kita. Tidak arogan apalagi menjudge orang itu salah atau apa lah. Berimbanglah dalam nulis berita,” tambahnya.

Seperti yang dilansir banyak media, MY sudah 15 hari menghuni Lapas Kotabaru, setelah sebelumnya menghuni rumah tahanan Polres Kotabaru. MY berstatus tersangka akibat penulisan berita yang dinilai menyudutkan dan cenderung provokasi tentang konflik antara masyarakat dan PT Multi Agro Sarana Mandiri (MSAM)

Dia disangkakan Pasal 45 A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik. Akibatnya, MY terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

(Penulis: Lucy/Editor: Mbayak Ginting)