A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Medikomonline.com – Prosesi perpisahan bagi siswa-siswi di setiap jenjang pendidikan sudah menjadi tradisi. Hampir semua sekolah dari mulai jenjang" /> medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Sekolah Klaim Bebas Pungutan, Tapi Biaya Perpisahan Dipungut Dari Orang Tua Siswa  
Rabu, 16 Mei 2018 | 5 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Spanduk yang menyatakan bahwa sekolah tersebut bebas dari pungutan bagi seluruh siswa. (Foto: Iyans)

SUKABUMI, Medikomonline.com – Prosesi perpisahan bagi siswa-siswi di setiap jenjang pendidikan sudah menjadi tradisi. Hampir semua sekolah dari mulai jenjang SD, SMP, SMA/SMK setiap akhir tahun ajaran melaksanakan prosesi perpisahan. Ada yang dilakukan di lingkungan sekolahnya, ada juga yang melangsungkan prosesi tersebut di luar sekolah dengan menyewa gedung dan fasilitas  peralatan dari luar.

Prosesi perpisahan yang dilaksanakan di luar sekolah tentunya akan membutuhkan anggaran  cukup besar, yang jelas-jelas tidak akan bisa dibiayai oleh anggaran sekolah. Tentu besaran biaya yang diperlukan untuk jalannya prosesi perpisahan tersebut, akan dibebankan kembali kepada para orang tua siswa-siswi di masing-masing sekolah itu sendiri, melalui rapat kesepakatan para orang tua.

Seperti halnya yang terjadi di salah satu SMP Negeri di Kota Sukabumi melaksanakan prosesi perpisahan pada Hari Sabtu, tanggal 12 Mei 2018 di Gedung Anton Soedjarwo, Jalan Bhayangkara, Sukabumi. Prosesi perpisahan ini juga dihadiri kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi.

Berlangsungnya acara prosesi perpisahan tersebut, diduga telah membebankan anggaran biaya kepada tiap-tiap siswa sebesar Rp300.000 untuk kelas IX, sementara untuk kelas VII  dan VIII di minta bantuannya sebesar Rp75.000 per siswa. 

SMP Negeri yang dimaksud, saat dikonfirmasi awak media hari Selasa (15/05/2018), pihak sekolah melalui Wakasek Bidang Humas  berinisial H Brs  yang didampingi panitia pelaksana perpisahan kepada wartawan menjelaskan, anggaran biaya perpisahan dari BOS memang ada, namun nominalnya tidak akan mencukupi untuk mengcover biaya perpisahan di luar sekolah dengan menyewa gedung dan peralatannya.

“Oleh sebabnya, pihak sekolah menawarkan pilihan kepada orang tua siswa-siswi melalui Ketua Komite Sekolah, apakah pelaksanaan perpisahan kelas IX akan dilaksanakan di sekolah dengan menggunakan anggaran yang ada dari BOS atau menyelengarakan perpisahan di luar sekolah dengan menyewa gedung,” bebernya. 

Lalu ketua komite menggelar rapat bersama para orang tua siswa-siswi untuk membuat kesepakatan bersama apakah pelaksanaannya akan dilangsungkan di sekolah atau di luar sekolah. Melalui rapat tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan antara Ketua Komite  dengan para orang tua murid kelas IX,  bahwa perpisahan anak-anaknya sepakat untuk dilaksanakan di luar sekolah.

Kepada orang tua murid, juga disampaikan  bahwa pelaksanaan perpisahan di luar sekolah membutuhkan biaya yang tidak bisa didanai oleh sekolah. Maka melalui rapat Ketua Komite Sekolah bersama para orang tua murid kelas IX, membuahkan hasil untuk melaksanakan perpisahan di luar dan para orang tua siswa-siswi kelas IX siap membantu dengan nominal Rp300.000, sementara untuk kelas VII dan VIII masing-masing siswa-siswi membantu sebesar Rp75000.

“Namun untuk siswa-siswi yang tidak mampu, hanya diminta sesuai dengan kemampuannya. Dan bagi yang tidak mampu sama sekali, biaya tersebut di bebaskan. Penggalanagan dana biaya perpisahan yang melakukannya yaitu Ketua Komite bukan pihak sekolah," jelas Brs. 

Jumlah siswa kelas IX yang mengikuti prosesi perpisahan tersebut sebanyak 463 siswa-siswi. “Namun untuk nominal penerimaan uang yang terkumpul dari siswa-siswi baik kelas IX, kelas VII dan VIII, serta rincian penggunaannya, sampai saat ini Humas sekolah belum menerima laporan dari bendahara panitia perpisahan,” katanya. 

Ketika masyarakat akan memasuki sekolah, di atas pintu terpangpang jelas spanduk dengan bertuliskan  bahwa di sekolah tersebut bebas pungutan bagi seluruh siswa. Disinggung hal tersebut dan yang berkaitan dengan anggaran biaya perpisahan yang dibebankan kepada orang tua siswa-siswi di sekolah tersebut, termasuk kategori pungutan atau tidak, H Brs mengatakan, "ya kalau dilihat teknisnya, ya pungutan.”

“Cuma silahkan saja tanya ke komite untuk lebih jelasnya. Ada memang di depan tulisan "Bebas Pungutan Bagi Seluruh Siswa. Jelas itu pungutan," akunya H Brs di depan sejumlah wartawan.

Sampai berita ini diterbitkan belum ada penjelasan dari pihak komite sekolah, serta belum ada tanggapan dari pemerintah daerah maupun dari pihak DPRD (Komisi-red) yang membidangi pendidikan di Kota Sukabumi.

(Penulis: Iyans/Editor: Mbayak Ginting)