Terindikasi Dijadikan Tempat Prostitusi, Satpol PP dan Damkar Robohkan Bangli Surmi
Kamis, 19 Oktober 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 16 kali
Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Indramayu dibantu Satpol PP Kecamatan Lohbener bongkar bangunan liar tempat maksiat. (foto: Yonif/Medikomonline) 

INDRAMAYU, Medikomonline.com - Tekad Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk membumihanguskan bangunan liar yang berdiri di atas tanah negara yang terindikasi dijadikan sebagai tempat maksiat ternyata tidak-main-main.

Fakta itu setidaknya dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Indramayu dibantu Satpol PP Kecamatan Lohbener dengan disaksikan Muspika setempat  merobohkan seluruh bangunan liar Surmi (kasur dami-Red) di Desa Waru, Kecamatan Lohbener, Kamis (12/10/2017).

Saat petugas Satpol PP merobohkan sejumlah bangunan liar itu, para pemilik yang kebanyakan wanita paruh baya tampak sedih menyaksikan pemandangan tersebut. Tapi mereka pada umumnya mengaku pasrah karena mereka sadar bangunan yang ia miliki berada di atas tanah negara, terlebih lagi bangunan itu terindikasi dijadikan sebagai tempat mesum lelaki hidung belang.

Camat Lohbener Udin Casudin SH M.Si mengungkapkan, pembongkaran bangunan liar yang kita lakukan saat ini, sebelumnya telah kita upayakan peringatan hingga tiga kali. Kemudian setelah itu mereka membuat surat pernyataan yang isinya siap untuk dilakukan pembongkaran.

Dijelaskan dari sejumlah pemilik bangunan liar, memang ada yang dengan kesadarannya membongkar sendiri bangunan tersebut. Namun mereka yang tidak mengindahkan surat peringatan itu, terpaksa dilakukan pembongkaran secara paksa seperti yang terjadi pada hari ini.

“Alhamdulillah saat kita lakukan pembongkaran, mereka tidak melakukan perlawanan,” terang Camat Udin didampingi Muspika Kecamatan Lohbener di tengah-tengah lokasi pembongkaran bangli Surmi kepada Medikomonline.com, Kamis (12/10).

Dikatakan Udin, pembongkaran bangunan liar Surmi ini tidak ada kaitannya dengan akan digelarnya MTQ tingkat Kabupaten Indramayu di Kecamatan Lelea. Tetapi pembongkaran bangunan liar Surmi ini murni menjalankan program Indramayu Remaja.

Menurut Camat, dirinya merasa prihatin karena di kawasan Surmi ini banyak laporan masyarakat dijadikan sebagai ajang maksiat, atau penyakit masyarakat seperti minum-minuman keras dan prostitusi.

“Oleh karenanya berangkat dari keprihatinan tersebut, terpaksa bangunan liar yang berada di komplek Surmi Desa Waru ini kita lakukan pembongkaran,” jelasnya.

Sekretaris Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu DR Dadang Rusyanto MSi ditemui di lokasi pembongkaran bangli Surmi kepada Medikomonline.com mengungkapkan, “Setelah hari ini (Kamis, 12/10) kita lakukan pembongkaran, kita akan terus memantau perkembangannya. Artinya kita tidak akan tinggal diam karena khawatir akan ada bangunan baru.”

Oleh karenanya menurut mantan Camat Karangampel itu, langkah mereka sepekan setelah pembongkaran ini akan mendatangi lagi lokasi tersebut apakah benar-benar steril atau malah muncul bangunan baru.

(Penulis: Yonif/Editor: Mbayak Ginting)