Tidak Berani Mem-Blacklist PT Sumber Bayak Kreasi, Pejabat Diskimrum Jabar Akan Terseret Dalam Dugaan Korupsi Pembangunan Masjid
Senin, 09 Oktober 2017 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 182 kali
Beton pada halaman Masjid Plumbon banyak ditemukan retakan, baik retakan memanjang, retakan melintang, retakan berkelok mengindikasikan buruknya kualitas konstruksi hasil kerja kontraktor. (Foto: Medikom)

BANDUNG, Medikomonline.com – Berdasarkan Hasil Pemeriksaan BPK, Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat di Plumbon menyatakan akan mengenakan sanksi masuk daftar hitam (black list) kepada kontraktor PT. Sumber Bayak Kreasi setelah ada hasil pemeriksaan penyebab menara masjid roboh. Tapi fatkanya, sampai tanggal 29 Agustus 2017 tidak ada tercantum nama kontraktor PT. Sumber Bayak Kreasi di Daftar Hitam - Inaproc - LKPP.

Melihat kondisi tersebut, Ketua Umum Konsorsium  Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid menilai para pejabat Dinas Perumahan dan Permukinan (Diskimrum) Jawa Barat tidak konsisten dan tidak berani melakukan black list terhadap kontraktor PT. Sumber Bayak Kreasi sehingga menjadi dugaan kuat adanya tawar menawar atau kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) antara pejabat  Dinas Perumahan dan Permukinan Jawa Barat dengan PT. Sumber Bayak Kreasi,” kata Mujahid kepada Medikom, Jumat (6/10).

Jika para pejabat Diskimrum Jabar terus tidak konsisten melakukan black list kepada PT. Sumber Bayak Kreasi, Mujahid mengatakan, para pejabat Diskimrum Jabar berpotensi terseret dalam dugaan korupsi proyek Pembangunan Masjid Plumbon tersebut. “Untuk itu sudah selayaknya para penegak hukum melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi pembangunan Masjid Plumbon ini, katanya.     

Selain permasalahan menara masjid yang roboh, Mujahid menambahkan,  kualitas konstruksi pada bangunan beton halaman masjid juga sudah mengalami banyak retakan. Retakan yang terjadi pada beton bervariasi, berupa retakan melintang (transversal cracks), retakan memanjang (longitudinal cracks), retakan berkelok-kelok (meandering cracks).

Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat merupakan salah satu Program dan Kegiatan Unggulan Provinsi Jawa Barat yang telah dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melalui Kepgub 500/Kep/66-Org/2014 tentang Koordinasi Implementasi Program, Kegiatan Atau Pekerjaan Unggulan Di Jawa Barat. Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat ini dilaksanakan oleh Dinas Permukiman dan Perumahan (Diskimrum) Jawa Barat  yang dipimpin Ir Bambang Rianto MSc.

Lanjut Mujahid, Pembangunan Masjid Monumental Jawa Barat di Plumbon, Kabupaten Cirebon dikerjakan oleh kontraktor PT. Sumber Bayak Kreasi pada tahun anggaran 2015 dan tahun 2016 dengan total anggaran sekitar Rp16 milyar. “Pada tanggal 29 Desember 2016 pekerjaan menara masjid di Plumbon Kabupaten Cirebon (Tahap II) roboh, satu hari sebelum berakhir waktu pelaksanaan pekerjaan dan persiapan serah terima pekerjaan,” kata Mujahid yang dikenal sebagai aktivis anti korupsi di Jawa Barat.

Meskipun robohnya menara masjid berbuntut pada Pemutusan/Penghentian Kontrak pada PT. Sumber Bayak Kreasi tanggal 30 Desember 2016 oleh pejabat Diskimrum Jawa Barat, namun kata Mujahid, pejabat Diskimrum Jawa Barat tidak konsisten melakukan black list kepada kontraktor PT. Sumber Bayak Kreasi.

Ketika permasalahan black list PT. Sumber Bayak Kreasi dan retakan beton dikonfirmasi kepada Kadis Kimrum Jawa Barat Bambang Rianto, hingga saat ini tidak ada penjelasan. 

(Penulis: TIM)