A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Tulang Besi Bendung Cibogo Cijangkelok Terurai, Dugaan Korupsi Pejabat Dinas Sumber Daya Air Jabar  Harus Digerai
Selasa, 17 Oktober 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Tulang besi Bendung Cibogo/Cijangkelok sudah terurai dan tercerai berai karena lapisan coran beton yang melapisi besi sudah terkikis. (foto: medikom)

BANDUNG, Medikomonline.com – Tulang besi yang dirangkai pada proyek Rehabilitasi Bendung Cibogo/Cijangkelok kondisinya kini sudah terurai cerai berai lantaran adukan coran beton yang melapisi tulang besi sudah terkikis habis. Padahal tulang besi pada beton Bendung Cibogo/Cijangkelok sejatinya untuk membuat bendung menjadi kokoh.

Tapi apa dikata, ibarat nasi sudah menjadi bubur. Proyek Rehabilitasi Bendung Cibogo/Cijangkelok yang menelan anggaran Rp7,9 miliar APBD Jabar tahun 2015 ini yang direncanakan kokoh membendung air, kini kondisi bendung sudah rapuh dengan tulang besi yang terurai.

Pertanyaannya, mengapa coran beton yang melapisi tulang besi cepat sekali rapuh dan terkikis? Menurut Ketua Umum Konsorsium Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid kepada Medikom, Jumat (13/10), kekuatan beton dalam proyek Rehabilitasi Bendung Cibogo/Cijangkelok sudah tidak teruji kekokohannya karena hanya dalam jangka waktu dua tahun sudah rapuh.        

Mejahid menilai, dalam proyek Rehabilitasi Bendung Cibogo/Cijangkelok ada indikasi penyimpangan dan dugaan korupsi. “Oleh karena itu, aroma dugaan korupsi pejabat Dinas Sumber Daya Air Jabar yang kini dipimpin Nana Nasuha Djuhri harus digerai (dikorek/digali-red) oleh para penegak hokum,” ujar Mujahid.

Mujahdi sangat menyayangkan bangunan Bendung Cibogo/Cijangkelok yang mengguanakan anggaran miliaran rupiah ini cepat rusak. “Padahal bendung ini berfungsi mempertinggi elevasi air sungai dan membelokkan air agar dapat mengalir ke saluran dan masuk ke sawah untuk keperluan irigasi,” urainya.

Untuk itu kata Mujahid, penyebab rusaknya Bendung Cibogo/Cijangkelok harus digerai agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak terkait, khususnya pejabat Dinas Sumber Daya Air Jabar dan kontraktor pelaksana. “Dalam pengadaan barang  dan jasa pemerintah itu memang harus mengedepankan efesiensi dan efektivitas agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat. Jika bendung cepat rusak, artinya penggunaan anggaran Rehabilitasi Bendung Cibogo/Cijangkelok sebesar Rp7,9 miliar tidak efesien dan efektif,” katanya.

Lanjut Mujahid, untuk mengungkap penyebab teknis kerusakan Bendung Cibogo/Cijangkelok yang dikerjakan oleh PT. Serena Abadi ini, diperlukan penyelidikan yang komprehensif oleh lembaga yang berkompeten.“Pejabat Dinas Dinas Sumber Daya Air Jabar dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung serta kontraktor PT. Serena Abadi harus bertanggung jawab atas kerusakan bendung tersebut,” ujarnya. 

(Penulis: TIM)