A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Ungkap Tuntas Kemitraan KSO Dalam  Proyek Peningkatan Jalan Kadipaten Batas Majalengka Indramayu
Selasa, 17 Oktober 2017 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Ada indikasi penyimpangan yang terjadi dalam Peningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu (6,600 Km) seperti pengurangan volume aspal, permainan tender (PT Laksana Dharma Putra pemenang tender, PT Trie Mukty Pertama Putra mengerjakan proyek).

BANDUNG, Medikomonline.comKelompok Kerja (Pokja) Pengadan Pekerjaan Konstruksi Tim 8 Unit Layanan Pengadaan Provinsi Jabar (Balai Pengadaan Barang/Jasa Jabar) – Dinas Bina Marga Jabar dinilai sebagai pihak yang paling mengetahui proses lelang pemilihan penyedia barang dan jasa dalam paket pekerjaanPeningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu (6,600 Km)” tahun anggaran 2016. “Namun sangat disayangkan Kepala Balai Pengadaan Barang/Jasa Jabar Imansyah sangat tertutup tentang informasi lelang tersebut,” kata Ketua Umum Konsorsium  Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Furqon Mujahid  kepada Medikom, Jumat (13/10) di Bandung.

Mujahid memaparkan, ada indikasi penyimpangan yang terjadi dalam Peningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu (6,600 Km) seperti pengurangan volume aspal, permainan tender (PT Laksana Dharma Putra pemenang tender, PT Trie Mukty Pertama Putra mengerjakan proyek).

“Untuk menguraikan adanya indikasi permainan tender ini, seharusnya Kepala Balai Pengadaan Barang/Jasa Jabar Imansyah atau pun Kelompok Kerja dapat menjelaskan Dokumen Kualifikasi yang akan dievaluasi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut (salah satunya): memiliki kemampuan menyediakan fasilitas dan peralatan serta personil yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan; uraian spesifikasi teknis disusun berdasarkan spesifikasi teknis yang ditetapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai jenis pekerjaan yang akan dilelangkan, dengan ketentuan mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan; untuk peserta yang berbentuk kemitraan/KSO masing-masing anggota kemitraan/KSO wajib mengisi formulir isian kualifikasi untuk masing-masing kualifikasi badan usahanya,” ujar Mujahid.

Mujahid menjelaskan, berdasarkan pantauan dan investigasi Tim ARM, dalam proses lelang di Balai Pengadaan Barang/Jasa Pemprov Jabar tidak ditemukan adanya kerja sama/kemitraan antara PT Laksana Dharma Putra yang beralamat di Jl. Lawang Tonjong No. 100 Lengkong Jamanis Kabupaten Tasikmalaya dengan PT Trie Mukty Pertama Putra yang beralamat di Jl. Pasanggrahan No. 39 Indihiang,  Tasikmalaya.

Furqon Mujahid  mengatakan, indikasi adanya kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) dalam proyek Peningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu (6,600 Km)  dengan nilai kontrak Rp 42,2 milyar ini ketika di lapangan  ditemukan alat berat milik PT. Trie Mukty Pertama Putra yang mengerjakan pekerjaan peningkatan jalan yang dimenangkan oleh  PT Laksana Dharma Putra. Selain itu kata Mujahid, Hasil Pemeriksaan Badan  Pemeriksa Keuangan (BPK) juga menemukan adanya pengurangan volume pekerjaan Peningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu.

Menurut Mujahid, dari indikasi KKN di lapangan ini menunjukkan bahwa dalam proses lelang juga diduga ada permainan dalam penentuan pemenang tender. “Pertanyaannya, jika memang PT Laksana Dharma Putra yang memenangkan tender Peningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu (6,600 Km), mengapa PT Trie Mukty yang mengerjakan di lapangan?” kata Mujahid terheran-heran.

Permasalahan kerjasama/kemitraan PT Laksana Dharma Putra dengan PT Trie Mukty  ini dikonfimasi kepada Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah Pelayanan VI Cirebon Aseng Supriatna ST MSi oleh Tim ARM  dan Medikom ke kantor BPJ Wilayah Pelayanan VI di Jalan P Cakrabuana Nomor 102, Sumber Kabupaten Cirebon pada hari Selasa (19/9/2017), tidak ada penjelasan dari pihak terkait. Bahkan hingga saat ini tidak ada penjelasan dari Aseng Supriatna ST MSi dan Bambang Sulistiabudi ST MM selaku Pejabat Pembuat Komitmen.

Menanggapi pemberitaan Medikom, pihak PT Trie Mukty Pertama Putra memberikan penjelasan tentang dukungan sewa peralatan kepada PT Laksana Dharma Putra. PT Trie Mukty Pertama Putra mendukung AMP dan seluruh peralatan paving set dan batching plant kepada PT Laksana Dharma Putra untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan hotmix dan beton pada paket pekerjaan Peningkatan Jalan Kadipaten bts Majalengka/Indramayu (6,600 Km).

(Penulis: TIM)