Warung Remang Maksiat Cilangkara Dibongkar
Kamis, 16 November 2017 | 29 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 64 kali
Ilustrasi: Warung remang-remang yang dijadikan tempat maksiat prostitusi dan menjual minuman keras.

BEKASI, Medikomonline.com - Warung remang-remang yang dijadikan tempat maksiat prostitusi dan menjual minuman keras (miras) itu kini sebagian sudah dibongkar. Warung remang-remang (Warem) yang sudah lama berdiri di lahan milik pengairan yang berlokasi di Jalan Cilangkara-Sirnajaya Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi sebagian masih belum dibongkar.

Menurut Camat Serang Baru Dodo Hendra Rosika, pihaknya sudah memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali kepada pemilik dan pengelola Warem. Surat peringatan juga ditempel pada Warem, bahkan diberi tanda silang X pada bangunan yang akan dibongkar oleh petugas Satpol PP.

Diakui Dodo, “Memang baru sebagian saja yang kami bongkar. Nanti juga akan kita bongkar semuanya, supaya tidak ada lagi Warem yang berdiri dijadikan tempat yang tidak benar atau maksiat.”

Lanjut Dodo, menurut laporan di Warem itu ada yang menjual Mirasa dan ada tempat karaoke sehingga akan membawa dampak negatif sehingga dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat. “Untuk itu perlu adanya ketegasan dari pemerintah setempat dan menutupnya karena sudah melanggar,” tegas Camat Dodo.

“Bahkan hal ini juga sampai ke dewan, sehingga saya dipanggil oleh dewan. Saya jelaskan di dewan secara gamblang,” terang Camat Dodo sambil mengatakan, ada juga di antara pemilik warem yang pakai pengacara.

“Biarkan saja, itu hak mereka. Terserah mereka. Kalau kita disini selaku Pemerintah Kecamatan sudah sesuai dengan peraturan yang ada. Peraturan itu kan meski ditegakan dan ditaati oleh kita semua,” tegas Dodo.

Warga sekitar yang enggan disebutkan jati dirinya kepada medikom mengatakan, memang di tempat itu banyak cewek-cewek penghibur. “Bahkan mereka sambil karokean nyanyi-nyanyi segala dan banyak juga laki-laki hidung belang yang datang ke situ sambil minum kopi. Minum-minuman keras juga sih kalau saya lihat ada,” kata warga.

“Dan yang sangat saya sesalkan mereka berbuat mesum di tempat itu. Tempat itu jadi bebaslah seperti layaknya tempat prostitusi. Itu kan dilarang,” tanya warga.

Bahkan ada warga yang  tempat tinggalnya dekat dengan Warem itu. Yang sudah tua merasa terganggu dan kalau malam selalu rame dan berisik. Akhirnya orang tua itu bersama keluarganya memilih untuk pindah dari tempat itu,” terangnya.

Warga sangat menyayangkan keberadaan Warem itu, karena dapat mengganggu ketentraman warga.  “Apalagi kalau malam di saat warga sedang istirahat tidur, ini malah rame tamu yang datang juga tidak tahu waktu sama dengan cewek-cewek penghibur yang ada di situ tidak menghargai waktu dan tidak menghargai orang yang sedang istirahat tidur,” katanya.

(Penulis: Iwan Gunawan/Editor: Mbayak Ginting)