Gubernur Minta Kadis Bina Marga Jabar A Koswara Harus Ada Gebrakan 100 Hari, Proyek UPTD Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan VI Cirebon Cepat Rusak
Minggu, 10 Maret 2019 | 13 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 52 kali
Beton jalan telah banyak mengalami retakan dalam perkerasan rigid/beton Peningkatan Jalan Talaga – Cikijing. (Foto: Medikomonline). Kepala UPTD Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan VI Cirebon Aseng Supriatna ST MSi (kanan).

BANDUNG, medikomonline.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah melantik 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II Pemda Provinsi Jabar di Aula Barat Gedung Sate, Bandung, Rabu (06/03) lalu. Para pejabat ini merupakan hasil seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang dilakukan sejak November 2018 lalu.

Salah satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II yang ikut dilantik Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil adalah  Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Ir A Koswara MP. Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat merupakan salah satu organisasi perangkat daerah yang strategis yang membidangi Bidang Teknik Jalan, Bidang Pemeliharaan dan Pembangunan Jalan, Bidang Jasa Konstruksi, dan  Bidang Penataan Ruang.

Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil mengungkapkan, terkait program 100 hari, Emil meminta kepada para pejabat ini harus ada gebrakan di dinas atau OPD yang dipimpinnya. Dia pun yakin dengan para pejabat yang terpilih, karena dalam proses seleksi panitia mendapat masukan seperti dari KPK, BIN, dan berbagai pihak lainnya. 

“Mereka saya targetkan 100 hari ada gebrakan-gebrakan di level dinas, kemudian membantu membereskan urusan urusan yang tertunda, khususnya yang barang/jasa. Karena lelang banyak tertunda gara-gara menunggu ini (proses seleksi dan pelantikan),” kata Emil. “Dan saya meyakini inilah kabinet yang mantap,” sambungnya.

Sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat tersebut, masyarakat Jawa Barat akan menantikan gebrakan yang akan dilakukan 14 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), termasuk gebrakan dari Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat Ir A Koswara MP. Khususnya gebrakan terhadap pekerajaan yang dilaksanakan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat tahun 2018 lalu dan juga tahun 2019.

 

Proyek Dinas Bina Marga tahun 2018 cepat rusak

Pelaksanaan Paket Peningkatan Jalan Talaga - Cikijing (2.150 Km) (DAK) oleh UPTD Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan VI Cirebon, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2018 diduga terjadi indikasi penyimpangan dalam kualitas konstruksi jalan.

Persoalannya, Jalan Talaga – Cikijing yang baru selesai dibeton telah banyak mengalami retakan. Paket Peningkatan Jalan Talaga – Cikijing yang menelan anggaran Rp8,2 milyar ini dikerjakan oleh kontraktor PT. Eka Ratu.

Berdasarkan pantauan Medikom ke lokasi proyek Peningkatan Jalan Talaga – Cikijing pada bulan September dan November 2018 lalu, ketika masih dalam proses pengerjaan perkerasan rigid/beton, jalan yang sudah dibeton telah banyak mengalami retakan. Kemudian Medikom kembali memantau proyek Peningkatan Jalan Talaga – Cikijing pada bulan Januari 2019, ternyata retakan beton jalan semakin banyak yang terjadi.

Permasalahan mutu konstruksi beton jalan proyek Peningkatan Jalan Talaga – Cikijing telah dikonfirmasi Redaksi Medikom kepada Kepala UPTD Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan VI Cirebon Aseng Supriatna ST MSi, namun pejabat Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat ini tidak mau memberikan penjelasan tentang penyebab banyaknya terjadi retakan beton jalan tersebut hingga saat ini, Minggu (10/03/2019).

Indikasi penyimpangan kualitas konstruksi jalan Peningkatan Jalan Talaga - Cikijing (2.150 Km) (DAK) dilaporkan Medikom kepada Komisi IV DPRD Jawa Barat yang merupakan mitra kerja Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat Drs H Daddy Rohanady kepada Medikom di Bandung, Jumat (11/1/2019) menjelaskan, dia belum mendapatkan penjelasan tentang banyak retakan beton jalan yang terjadi dalam proyek Peningkatan Jalan Talaga – Cikijing dari Kepala UPTD Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan VI Cirebon Aseng Supriatna ST MSi.

Padahal kata Daddy, Komisi IV mengharapkan kualitas jalan sesuai harapan. Kualitas jalan harusnya dijaga UPTD Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan VI Cirebon karena berkaitan dengan pertanggungjawaban anggaran.

“Tapi secara prinsip kami (Komisi IV-red), kita semua pasti berharap bahwa kualitas jalan sesuai harapan. Artinya, menjaga kualitas (jalan-red) karena sangat berkaitan dengan pertanggungjawaban (anggaran-red),” kata Daddy tokoh politik Partai Gerindra Jawa Barat ini kepada Medikom.

Namun kualitas jalan yang diharapkan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat sepertinya tidak terwujud pada proyek Peningkatan Jalan Talaga - Cikijing (2.150 Km) (DAK) ini. Soalnya, jalan yang baru selesai dibeton, telah banyak mengalami retakan.

Kekecewan terhadap kualitas konstruksi betonisasi Peningkatan Jalan Talaga – Cikijing disampaikan Asep, warga Cikijing kepada Medikom, Senin (7/1/2019). Asep mengatakan, warga mengharapkan kualitas Peningkatan Jalan Talaga – Cikijing bagus, tapi nyatanya jalan yang dibeton telah banyak mengalami retakan.

Menurutnya, retakan beton jalan ini semakin banyak dan semakin parah. “Oleh karena itu, pejabat yang menangani jalan tersebut (UPTD Pengelolaan Jalan Wilayah Pelayanan VI Cirebon-red) dan kontraktor (PT. Eka Ratu-red) harus bertanggung jawab kepada masyarakat mau pun pemerintah (Gubernur Jabar-red),” tegas Asep kecewa.

(Penulis: IthinK/Editor: Mbayak Ginting)