Badan Pemeriksa Keuangan Turun, Kuwu Keringatan dan Deg-Degan
Senin, 17 September 2018 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 68 kali
Badan Pemeriksa Keuangan

SUMBER, Medikomonline.com – Ternyata bagi para Kuwu untuk uji adrenalin tidak hanya membutuhkan olahraga ekstrim saja yang membuat kerja jantung bisa terpacu lebih cepat. Kedatangan  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di kantor desanya juga bisa memicu detak jantung lebih kencang saat mengetahui Auditor BPK datang ke kantor desa langsung meminta ijin ke ruang Sekretariat Desa untuk memeriksa berkas-berkas laporan penggunanaan dana desa yang telah dikucurkan oleh Pemerintah Pusat untuk desa tersebut dari awal tahun 2015 hingga 2017.

Hal tersebut diutarakan Kuwu Desa Pamijahan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon  ketika Medikom berkunjung ke kantor desa tersebut, Rabu (29/08) lalu  untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan dana desa yang sudah dikerjakan.

Bulan lalu BPK turun ke wilayah Kabupaten Cirebon selama 3 bulan untuk memeriksa laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran dari Dana Desa dan tidak hanya melihat berkas laporan saja, tapi juga fisik yang sudah dikerjakan juga diperiksa dari segi kualitas dan kuantitas volume yang dikerjakan. 

Supono, Kuwu Pamijahan yang dikenal hati-hati dalam penggunaan anggaran dan tergolong yang rapi dan baik dalam pelaporan menjelaskan, dirinya merasa deg-degan dan keringatan saat BPK memeriksa berkas-berkas laporan yang ada. Dikhawatirkan ada aturan baru di Pusat yang lalai tidak dikerjakan yang menyebabkan kesalahan dalam penggunaan anggarannya. Bila ditemukan permasalahan dari segi kekurangan pekerjaaan, maka pekerjaan itu harus diselesaikan atau disuruh mengembalikan dana yang tidak terpakai pada Negara.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan tidak ada temuan dari semua LPJ yang telah dibikin. Kalau BPK sih ketat. Kalau yang meriksa Bawasda Kabupaten mah masih bisa digoyang deh supaya semuanya aman dan lolos,” ungkap Supono.

Sementara saat Medikom berkunjung ke Desa Tuk, Nano Sekretaris Desa Tuk sedang mengisi kuesioner mengenai laporan pelaksanaan pertanggungjawaban penggunaan dana desa yang sudah dikucurkan. Tidak hanya dana desa, tapi semua dana yang masuk ke desa. Kuesioner itu dibuat oleh tim gabungan dari Polres, Bawasda dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon.

Nano menjelaskan, tim gabungan yang datang juga lebih ketat dalam pengawasan dan pemeriksaan berkas laporan. “Bilamana ditemukan keganjilan dan temuan di tahun sebelumnya yang belum diselesaikan, maka mereka akan meminta Kuwu untuk segera mengembalikan uang Negara yang sudah digunakan di luar pelaksanaan pekerjaaan sehingga muncul temuan berupa kerugian Negara akibat kelalaian penggunaan anggaran saat itu,” katanya.

Bila kuwu tidak sanggup menyediakan dana yang harus disetorkan, lanjut Nano, maka kuwu dikasih kesempatan untuk mengembalikan sesuai dengan kesepakatan. Bila waktu yang disepakati tidak juga diselesaikan, maka kuwu akan langsung diajak kejaksaan untuk menginap di kantor Kejaksaan sampai proses sidang selesai.

“Seperti Kuwu Winong yang telah menggunakan anggaran untuk keperluan pribadinya, kan sudah masuk ke LP Sukamiskin,” urai Nano, Sekretaris Desa Tuk.

Mengenai kedatangan BPK yang saat ini masih ada di Kabupaten Cirebon dengan nota dinas selama 90 hari kerja, info yang diterima Nano, setiap pagi Tim BPK datang ke Kantor DinasPemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaen Cirebon. Lalu diantar staf dinas menuju lokasi dengan tidak memberitahukan desa yang dituju sebelumnya dan meminta langsung menuju kecamatan mana dan desa yang dituju oleh Tim BPK dengan dibagi 2 tim karena mereka terdiri dari 10 orang.

Saat Medikom bertemu dan ngobrol dengan Camat Talun Nanang di Masjid samping Desa Cirebon Girang usai menghadiri acara haul Mbah Kuwu Sangkan Cirebon Girang P. Cakrabuana, Selasa (11/09), dia menjelaskan, keberadaan BPK saat ini dan cara kerja mereka mendadak, tidak bisa diarahkan baik oleh Dinas maupun Camat untuk memilih desa dengan pengadministrasian baik. Mereka bergerak sesuai kehendak mereka saja.

(Penulis: Hatta/Editor: Mbayak Ginting)