DPMD Bogor Latih Bendahara Desa Kuasai Sistem Keuangan Desa
Senin, 15 Mei 2017 | 5 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 252 kali
DPMD Kabupaten Bogor menyelenggarakan pelatihan Siskeudes Tahun 2017.

BOGOR, Medikomonline.com – Untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan bendahara desa dalam mengelola keuangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor menyelenggarakan kegiatan pelatihan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Tahun 2017. Pelatihan dilakukan di salah satu hotel di kawasan Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

“Tujuan diadakan pelatihan ini untuk memberikan wawasan, pengetahuan, serta kemampuan tentang tata cara pengelolaan keuangan desa dan aplikasi sistem keuangan desa kepada para bendahara desa se-Kabupaten Bogor,” jelas Kasi  Aparatur Pemerintah Desa DPMD M Jammaludin ketika berada di salah satu hotel kawasan Megamendung, Bogor.

Lanjut Jamal, kegiatan ini, diikuti oleh 417 bendahara desa dari 39 Kecamatan di Kabupaten Bogor. “Masing-masing desa mengirimkan satu orang peserta yakni, bendahara desa,” katanya.

Peserta dibagi menjadi menjadi lima angkatan dengan menghadirkan narasumber dari DPMD dan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat dan BPKP Pusat yang akan memberikan pelatihan teknis dan sekaligus menginput data aplikasi sistem keuangan desa.

Jamal menyarankan, bagi para peserta harus membawa APBDes dan laptop masing-masing untuk menginput data secara online dan offline. “Saya berharap kepada para peserta, agar memanfaatkan kegiatan ini secara maksimal,” jelas mantan Kasie Trantib Kecamatan Parungpanjang ini.

Siskeudes adalah sebuah aplikasi yang berjalan pada OS Windows dengan database Microsoft Access yang dikembangkan oleh BPKP sebagai sarana membantu pemerintahan desa dalam rangka mengimplementasikan UU Nomor 6 Tahun 2016.

Aplikasi Siskeudes sebelumnya bernama Simda-Desa, yang pada awalnya dikembangkan oleh perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Barat sebagai proyek percontohan di lingkungan BPKP pada bulan Mei 2015. Aplikasi Simda-Desa ini telah diiplementasikan secara perdana di pemerintah Kabupaten Mamasa pada bulan Juni 2015.

Keberhasilan atas pengembangan aplikasi Simda-Desa ini selanjutnya diserahkan kepada Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah setelah melewati tahapan Quality Assurance (QA) oleh Tim yang ditunjuk. Terhitung mulai tanggal 13 Juli 2015 pengembangan aplikasi Simda-Desa ini telah diambil alih penanganan sepenuhnya oleh Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP Pusat di Jakarta.

Dasar-dasar pengembangan Siskeudes:

  • UU RI Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
  • PP Nomor 43 Tahun 2014 juncto PP Nomor 47 Tahun 2015 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa;
  • PP Nomor 60 Tahun 2014 juncto PP Nomor 22 Tahun 2015 tentang Dana Desa yang Bersumber dari APBN;
  • Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa;
  • Permendagri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa; dan
  • PMK Nomor 247 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pengalokasian, Penyaluran, Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi Dana Desa.

 

Fitur-fitur siskeudes:

Fitur-fitur dalam aplikasi Siskeudes sangat sederhana dan user friendly sehingga mudah untuk dioperasikan oleh para penggunanya, diawali dengan proses penginputan APBDes, dapat menghasilkan output berupa dokumen-dokumen antara lain,

Dokumen Penatausahaan: SPP (Surat Permintaan Pembayaran); SPTJB (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja); SSP (Surat Setoran Pajak); SPJ dan Bukti-bukti (Bukti Setoran, Bukti Penerimaan, Bukti Pencairan dll); dan lain-lain.

Dokumen Pelaporan:

  • Laporan Penganggaran (Perdes APB Desa, RAB, APB Desa per sumber dana);
  • Laporan Penatausahaan (Buku Kas Umum, Buku Bank, Buku Pajak, Buku Pembantu, dan Register); dan
  • Laporan Pembukuan (Laporan Bulanan, Laporan Triwulanan, Laporan Semesteran, Laporan Kekayaan Milik Desa dan Laporan-laporan Realisasi Penggunaan Anggaran)

Kelebihan-kelebihan menggunakan siskeudes:

  • Sesuai Peraturan;
  • Memudahkan Tatakelola Keuangan Desa;
  • Kemudahan Penggunaan Aplikasi;
  • Dilengkapi dengan Sistem Pengendalian Intern (Built-in Internal Control); dan
  • Didukung dengan Petunjuk Pelaksanaan Implementasi dan Manual Aplikasi
(Penulis: Kuswanto/Editor: Mbayak Ginting)