A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 0

Filename: controllers/Home.php

Line Number: 45

Backtrace:

File: /home/medikomo/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 45
Function: _error_handler

File: /home/medikomo/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

medikomonline.com | Koran Mingguan Medikom
Jadi Kuwu Desa Setu Wetan Tekor Bae Sebaiknya Mundur Saja
Senin, 17 September 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 1 kali
Ilustrasi/Dana Desa

SUMBER, Medikomonline.com – Ketika memonitor pelaksanaan Program Nasional Sertifikat yang berganti nama menjadi Program Terpadu Sertifikat Langsung (PTSL) di Desa Setu Wetan, Kabupaten Cirebon, Medikom menemui Oman, Ketua Pelaksana PTSL di Madrasah dekat rumahnya, Jumat (24/08).

Oman menjelaskan kalau sertifikat sudah ada yang jadi dan diserahkan masyarakat langsung dari BPN dan terlihat ada staf BPN yang diperbantukan untuk mengerjakan photomapping untuk setiap bidang yang diajukan oleh warga.

Dalam perbincangan, Oman juga menjelaskan mengenai sikap Kuwu Desa Setu Wetan yang sering meributkan kalau dirinya tekor terus selama jadi kuwu sejak dilantik bulan Desember lalu. Hal tersebut didengar Oman yang merupakan tim suksesnya saat pemilihan kuwu saat itu.

Oman juga langsung menegur Kuwu Setu Wetan dengan ucapan tekornya, dan sedikit keras mengatakan pada Hasyim, Kuwu Setu Wetan. “Kalo dirasa tekor terus sebaiknya mundur saja dari jabatan kuwunya. Emang jadi kuwu mau lihat untung rugi kayak dagang di pasar saja,” tegas Oman.

Lalu Medikom menemui Hasyim, Kuwu Desa Setu Wetan di ruang kerjanya Selasa (28/08). Saat ngobrol mengenai pelaksanaan dana desa, sikap Hasyim betul seperti yang diucapkan Oman.  Hasyim lalu ngomong tekor dan tidak mendapat apa-apa dari dana-dana yang masuk karena dirinya memilih jadi kuwu bertekad untuk melayani kebutuhan warga dengan baik.

Kata Hasyim, kalau ada warga yang kurang mampu mengurus surat atau dokumen dari desa tidak dipungut bayaran, bahkan dirinya menyediakan waktu untuk warga desa yang membutuhkan kapanpun siap kalau sedang berada di wilayah desanya.

Ketika ditanyakan mengenai kalau tekor saja sebaiknya mundur jadi kuwunya, Hasyim menjawab, “Yang memilih dia rakyat dan melantik Bupati. Kalau disuruh mundur ya silakan saja kalau sesuai prosedur yang ada, dan ada kesalahan yang fatal yang telah dibuat.”

Sebelum terpilih menjadi kuwu saat Pemilihan Kuwu serentak tahun 2017 lalu, Hasyim berprofesi sebagai pedagang sayuran di Pasar Pasalaran Plered. Dia diminta warga untuk ikut dalam kontestasi kuwu dan mendapat suara terbanyak.

(Penulis: Hatta/Editor: Mbayak Ginting)