TMMD Ke-100 Diharapkan Menjadi Solusi Kelompok Tani
Kamis, 14 September 2017 | 7 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 152 kali
Anggota Kodim 0619/Purwakarta siap menggelar TMMD ke-100

PURWAKARTA, medikomonline-Menurut Kelompok Tani Wanawali, Jaya perubahan pola tanam sudah dilakukan petani setempat sejak beberapa waktu lalu. Tedapat dua lokasi yang menjadi sentral pertanian yang kini banyak ditanami sayuran, seperti cabai, kacang-kacangan, dan ketimun. Yakni di Kampung Pasir Oa dan Kampung Cikadu.

“Hanya untuk di Kampung Cikadu, pengairan masih terbantu oleh aliran Sungai Cilamaya. Sedangkan di Kampung Pasir Oa hanya mengandalkan pengairan yang terbatas dari sisa-sisa sumber air yang ada.

Berdasarkan data Pemerintahan Desa Wanawali, sawah tadah hujan yang ada di desa itu seluas kurang lebih 400 hektare. Ketika hujan turun secara normal, areal persawahan di desa itu bisa dua kali panen dalam setahun, dengan produksi antara 3,5 ton-4 ton/hektare.

Persoalan yang dialami desanya, yakni terbatasnya sumber air untuk areal persawahan sudah terjadi bertahun-tahun. Berbagai solusi pernah dilakukan seperti pembuatan sumur pantek, namun gagal menyedot air dari bawah tanah. Penyebabnya, kontur lapisan bawah tanah Desa Wanawali berjenis lempung. Artinya, jenis tanah itu tidak mengandung air sama sekali.

Untuk itu, Jaya berharap, sasaran program TMMD ke 100 yang rencananya digelar tahun ini, salah satunya bisa menjadi solusi atas persoalan pengairan tersebut. Solusi yang dimaksudnya adalah TMMD tidak semuanya untuk pembangunan infrastruktur jalan, melainkan juga lebih kepada mencari cara agar areal sawah yang ada tidak hanya mengandalkan air hujan.

“Dengan solusi itu, maka secara langsung mendorong produktivitas pertanian Desa Wanawali. Lebih jauhnya lagi, kesejahteraan dan perekonomian warga akan meningkat secara riil. Karena hanya pertanianlah yang menjadi andalan kegiatan ekonomi warga kami,” ujarnya. ***

(Daup H)