FMM Kami Siaga dan Baznas Kabupaten Garut Tangani Ibu Hamil dan Balita
Senin, 25 September 2017 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 158 kali
Anggota FMM Kami Siaga melakukan sosialisasi kesehatan ibu hamil dan anak balita. Foto: Ist

GARUT, Medikomonline.com - Forum Masyarakat Madani (FMM) Kami Siaga Kabupaten Garut yang bekerjasama dengan  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)   Kabupaten Garut,  fokus  menangani  berbagai pemasalahan kesehatan Ibu hamil dan Anak Belita. Mereka membagikan brosur kesehatan ibu hamil  kepada orang-orang yang berada di area car free day di halaman  Gedung Lasmingrat Jalan Ahmad Yani Garut,  Minggu ( 24/9/2017).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut dr Tri Cahyono dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Pepen Ependi dari Baznas Garut, dan tamu undangan lainnya.

Ketua FMM Kami Siaga Kabupaten Garut Hj Tien Martini ditemui di sela-sela kesibukan kegiatan sosialisasi ibu hamil  mengatakan, karena  angka kematian bayi dan ibu hamil di Kabupaten Garut masih tergolong tinggi disebabkan   pendarahan saat melahirkan, FMM  Kami Siaga  Garut  turun tangan bersama Baznas menangani penyuluhan  ibu hamil dan balita.

Penyuluhan ini seperti memberikan informasi tentang cara cara menjaga kehamilan, layanan informasi tentang ibu hamil dan balita, memberikan advokasi bagi pelayanan ibu hamil ketika melahirkan.

“Adanya kesadaran terutama bagi suami dalam merawat, menjaga dan persiapan menjelang melahirkan. hal tersebut salah satunya disebabkan pengatahuan tentang ibu melahirkan sangat minim diterima oleh ibu yang sedang mengadung,” ungkapnya.

Wakil Ketua FMM Kami Siaga  Jon Dodi Hidyat mengatakan, manfaat  adanya  FMM Kami Siaga ini menjaring individu, organisasi masyarakat, sipil dan organisasi berbasis komunikasi yang bermanfaat dalam mendukung upaya menyelamatkan ibu melahirkan dan bayi baru lahir.

“Sehingga mencerminkan nilai dan kepentingan mereka untuk berkontribusi dalam upaya penyelamatkan ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Selama ini FMM bermitra dengan Dinkes Garut,” ungkap Jon.

dr Tri Cahyono mengatakan, masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Garut karena faktor pendidikan serta pengetahuan juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, dan  ibu hamil yang ceroboh  menjadikan kesehatan bayi maupun ibu menjadi terganggu. “Kurang mengertinya  tentang kesehatan bayi dan ibu hamil memang sangat disayangkan,” ungkapnya.

Adanya kelembagaan FMM Kami Siaga  ini  sangat  membantu  dan bisa  mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi dan  ibu hamil di Kabupaten Garut .

“Nantinya FMM Kami Siaga ini  akan menggelar  kegiatan rutin ke desa-desa se-Kabupaten Garut, khusus menangani  berbagai pemasalahan kesehatan ibu hamil dan anak balita,” ungkap dr  Tri Cahyono.

(Penulis: Engkus/Editor: Mbayak Ginting)