Kota Depok Perlu Public Safety Center
Selasa, 07 Maret 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 276 kali
Kadis Kesehatan Kota Depok Dr Noerzamanti Lies Karmawati MKes saat memberi pemaparan dan Program Dinkes untuk anggaran Tahun 2818

DEPOK, Medikomonline.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mengadakan Forum Renja OPD di Hotel Bumiwiata (BW), Kamis (2/3). Forum Renja dibuka Wakil Walikota Pradi Supriatna dan dihadiri Kadis Kesehatan Dr Noerzanti Lies Karmawati MKes, Ketua Komisi D DPRD Depok Alimudin, Direktur RSUD, Puskesmas, perwakilan OPD dan juga insan pers.

Pradi Supriatna dalam arahanya mengatakan,  dia mengapresiasi kegiatan Forum OPD ini. Semoga program yang direncankan dapat terealisasi, paradigma sehat, jaminan kesehatan, dan masalah kesehatan harus ditangani secara serius dan melayani masyarakat harus baik.

"Pemeliharaan kesehatan bukan saja domen Dinkes, tapi harus seluruh komponen masyarakat juga menjaga kesehatan minimal untuk dirinya dan  lingkungan," jelas Pradi.

Noerzamanti Lies Karmawati dalam pemaparannya mengatakan, Dinkes Depok  ada 20 program, 87 kegiatan dengan pagu indikatif Rp. 153.314.362.216 untuk kegiatan dan program tahun 2018. Forum ini dengan mengambil tema, "Penguatan Pelayanan Kesehatan Menuju Smart Healthy City".

Dinkes Depok juga  harus membuat program sesuai janji Walikota seperti 11 puskesmas 24 jam, 8 Puskesmas rawat inap, pembangunan RSUD Wilayah Timur. "Saya sangat setuju dengan pemaparan dr Budi Sutana tentang pendirian PSC (Public Safety Center) dengan No call 119. Dengan pemaparan beliau memang banyak kejadian kecelakaan di  jalanan tidak cepat tertangani korban. Seharusnya yang dibawa ke rumah sakit kondisi korban sudah stabil, tidak lagi emergency, karena sudah ditangani di  perjalanan," jelas Noerzamanti yang sudah meraih master kesehatan ini.

Lebih lanjut Dr Noer sapaan akrabnya mengatkan, penguatan pelayanan kesehatan rujukan melalui sistem rujukan terpadu online, pengembangan sistem manajemen kesehatan daerah berbasis IT, peningkatan PHBS, peningkatan promosi kesehatan, peningkatan programs  keluaraga sehat dan lainya.

"Ke depan kami akan lakukan tentang kegawatdaruratan, dengan pengembangan dua nomor, yaitu  119 dan  112," jelas Kadis Kesehatan Depok.

(Penulis: Lucy/Editor: Mbayak Ginting)