MUI Purwakarta Akan Adakan Sosialisasi Akbar Bahaya Pergaulan Bebas, Free Sex dan LGBT
Sabtu, 20 Oktober 2018 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 40 kali
Sekretaris Majalis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta DR  Yusep Solihudien MAg dan Bendahara MUI Purwakarta Drs HM E Sudjana MMPd. (Foto: Daup Herlambang)

PURWAKARTA, Medikomonline.com  - Sekretaris Majalis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Purwakarta DR  Yusep Solihudien MAg didampingi Bendahara MUI Purwakarta Drs HM E Sudjana MMPd menyikapi fenomena penyimpangan seksual dan Free Sex, LGBT yang marak beredar di media sosial (Medsos) Face Book. MUI akan  menggelar rapat harian Komisi Dakwah, Jum'at (19/10).

Yusep menjelaskan, MUI dengan cepat merespons fenomena penyimpangan tersebut. Perlu ada pencegahan sistematis dan masif, tidak perlu ada gerakan sporadis turun ke jalan untuk mencegah hal itu.

Oleh karena itu, kata Yusep, MUI akan mengelar rapat dengan semua stakeholder seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kemenag, Kesra, KPAI dan Komisi 4 DPRD untuk menyikapi adanya penyimpangan sek bebas dan free sex dan juga LGBT. Rencana rapat yang sifatnya diskusi  akan digelar pada 24 Oktober 2018.

Dalam rapat diskusi ini akan disampaikan bentuknya. “Data LGBT itu ada berapa, kita tetapkan dulu, lalu identifikasi permasalahan seperti apa? Lalu akar penyebabnya apa? Bagaimana cara mencari solusi yang dihimpun dari berbagai pihak, dan apa yang akan dilakukan oleh stakeholder itu,” kata Yusep.

Menurut Yusep, dalam diskusi ini akan menghasilkan dua hal. Pertama, materi penyuluhan atau dakwah. Kedua, kriteria penyuluhan kalangan untuk umum, baik kalangan skolah, mahasiswa. Dituntut hasil diskusi itu harus  bisa masuk pada semua aspek agar semua dapat memberikan pencerahan buat ke bawahnya.

“Hasil dari diskusi terbatas dengan semua pihak, (kemudian-red) sekitar bulan Nopember (2018-red) akan dilakukan sosialisasi akbar agar permasalahan bisa cepat diselesaikan dan diterima oleh semua pihak bahaya dari penyimpangan sex, free sex, LGBT di Kabupten Purwakarta,” pungkas DR  Yusep Solihudien MAg dan Drs HM E Sudjana MMPd.

(Penulis: Daup H/Editor: Mbayak Ginting)