Posyandu Mawar Satu Berikan Vaksin Difteri Pada Balita
Senin, 26 Maret 2018 | 8 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 157 kali
Posyandu Mawar Satu, Desa Ciburial Kecamatan Leles Kabupaten Garut mengadakan suntik Vaksin Difteri pada anak balita. (foto: medikomonline.com)  

GARUT, medikomonline.com - Posyandu Mawar Satu, Desa Ciburial Kecamatan Leles Kabupaten Garut mengadakan suntik Vaksin Difteri pada anak balita  di halaman rumah Hj Teti Seitiawati,   Rabu (21/3)2018 .

Acara pemberian Vaksin Difteri berjalan lancar karena sebelummnya telah diberitahukan kepada warga oleh para pengurus lingkungan maupun kader Posyandu  di setiap RW. Warga antusias membawa anak-anaknya untuk disuntik Vaksin Difteri. Terlihat di tempat tersebut satu persatu peserta  didata dan dipanggil untuk dilakukan penyuntikan .meskipun anak yang mau disuntik menangis.

Ketua TP PKK Desa Ciburial Kecamatan Leles Kabupaten Garut Lia Kartika  mengatakan suntik Vaksin Difteri ini dilaksanakan di dua tempat, yaitu di RW 1 dan RW 2 sebanyak 120 anak balita.

Pihak yang melaksanakan suntik Vaksin Difteri dari Puskesmas Leles di antanya Lia Nurliani AMd Keb dan Chantia Nur Devianti Amd Keb, dan dibantu kader TP PKK Desa Ciburial.

“Semoga dengan dilaksanakan vaksin difteri tersebut warga Desa Ciburial dapat terhindar  dari wabah penyakit yang dapat menimbulkan korban jiwa atau kematian,” ungkap Lia.

Koordinator Program Suntik Vaksin Difteri Puskesmas Leles Tantan Suryaman,mengatakan, suntik Vaksin Difteri  tahap ke-1   sudah dilaksanakan di tujuh desa. Sasaran suntik  Vaksin Difteri  ini siswa SD sampai tingkat SMA sebanyak 15.000 orang dan balita di Posyandu sebanyak 5.000  anak. Pemberian Vaksin Difteri tahap II akan dilaksanakan bulan  Juni 2018, dan terakhir tahap ke III  pada bulan Desember 2018.

Tantan menjelaskan, pemberian vaksin tahap I bertujuan membangkitkan daya tahan tubuh anak-anak terhadap kuman, sementara tahap II memperkuat daya tahan tubuh yang dituntaskan dengan pemberian vaksin di tahap III.

“Bila pemberian vaksin hanya satu kali, tentunya  akan mudah terserang bakteri,” ungkapnya.  

(Penulis: Engkus/Editor: Mbayak Ginting)