Pustu Desa Limbangan Kabupaten Sukabumi Perlu Diperluas, Pasien Semakin Meningkat
Senin, 10 April 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 133 kali
Pasien antre berobat di Pustu Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI, Medikomonline.com – Pusat Kesehatan Pelayanan Masyarakat Pembantu (Pustu) Desa Limbangan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi butuh gedung yang luas untuk pelayanan, karena ruang yang sekarang begitu sempit. Salah satu kebutuhan masyarakat yang akan berobat ke Puskesmas untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, sehingga dibutuhkan ruang yang luas agar semua bisa tertampung di dalam ruangan Pustu teersebut. Oleh karena itu, Pustu Desa Limbangan butuh perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Provinsi Jawa Barat

Masyarakat Desa Limbangan berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, sedangkan ruangan Pustu begitu sempit dan jumlah  yang berobat setiap hari mencapai 200 orang. Antrian yang begitu panjang dan berdesakan menunggu giliran dipanggil.

Pustu Kecamatan Sukaraja wilayah kerjanya meliputi Desa Limbangan, Desa Wargaluyu, Desa Selaawi, dan Desa Sukaraja.  Pustu ini tentu saja dapat berpengaruh pada pelayanan masyarakat. Pada tahun 2016 Puskesmas ini berubah menjadi pelayanan induk Pusat Pelayanan Kesehatan Pembantu.

Kasubag Tata Usaha Pustu Kusnadi AMKep menyampaikan, dari sejak ada perubahan Desa Limbangan statusnya menjadi Pos Pelayanan Induk, pada saat itu pula diiringi dengan peningkatan pembangunan fisik bangunan gedung Pustu atau perluasan ruangan bangunan. Bangunan yang sekarang tidak memenuhi syarat karena sempit. Agar kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan lebih baik lagi, warga membutuhkan pelayanan yang cepat.

Lanjut Kusnadi, bangunan Pustu yang sekarang tidak memenuhi standar akreditasi, sehingga perlu diganti dengan gedung yang baru untuk meningkatkan pelayanan maksimal. Seiring dengan bertambahnya pasien, sesuai dengan Standar Permenkes No 75 Tahun 2014, pihaknya telah berkali-kali berupaya dengan berbagai cara yang ditempuh baik itu dengan pembuatan proposal pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.

Tetapi proposal ini sudah sekian lama belum ada tanggapan. Menurutnya, pernah diadakan hearing sekali dengan Bappeda, tapi tidak ada realisasinya. “Seakan-akan Pustu ini tidak diperhatikan oleh Pemerintah Daerah (dianaktirikan-red) ataupun dari pihak Pemerintah Pusat.  Yang diiginkan pelayanan seperti apa?” Tanya Kusnadi.

“Ruangan Pustu yang sekarang ini sempit dan pengab, sedangkan yang berobat setiap hari bertambah banyak,” jelas salah satu pasien yang sedang berobat ke Pustu. 

“Coba wartawan bayangkan, sumpek begini kan? Jadi jelas perlu diadakan perluasan,” jelas pasien yang tidak mau menyebutkan namanya kepada Medikom.

(Penulis: Soni J/Editor: Mbayak Ginting)