BBWS Citarum Normalisasi Kali Cilangkap
Kamis, 27 April 2017 | 11 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 338 kali
Normalisasi Kali Cilangkap dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciatarum yang berada di bawah Kementrian PUPR.

PURWAKARTA, Medikom - Normalisasi Kali Cilangkap dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciatarum yang berada di bawah   Kementrian  PUPR.  Hal ini diungkapkan oleh pengawas lapangan BBWS Citarum Ade Ahdiat, Jum'at (21/4).

Pengerjaan Normalisasi Kali Cilangkap ini dari anggaran Kementrian PUPR melalui BBWS Ciatarum sebesar Rp3 miliar. Lama pengerjaan 120 hari dengan panjang pekerjaan 2 Km dan lebar 15 m sepanjang 100 m dan mengerucut menjadi 8 m, menambah kedalaman  1 m dari yang sudah ada.

Sebagai pelaksana proyek, PT AHWABEN yang beralamat di Jakarta menjelaskan, sekitar 10 persen pengerjaan sudah dilakujan di lapangan. Selain pengerukan lumpur yang sudah menyempit Kali Cilangkap, akan dikerjakan juga pemasangan beronjong penahan tanah.

Proyek Normalisasi Kali Cilangkap ini berdasarkan pengajuan dari warga dan Pemerintahan Desa Cilangkap, diteruskan oleh pemerintah daerah dan ditindak lanjuti oleh Kementrian PUPR melalui BBWS Citarum.

Diungkapkan pula oleh Rahmat, pengawas lapangan dari PT AMBEAN saat ditemui dilapangan menjelaskan, pengerjaan ini baru berjalan sekitar 10%, dengan menurunkan alat berat seperti epalator untuk pengerukan tanah dan memindahkannya dan juga pengerjaan lewat manual untuk membantu pembersihan yang berada di kolong jembatan.

Kali Cilangkap aliran air hujan dari Kota Purwakarta dan melintasi Kecamatan Babakan Cikao hingga bermuara di Sungai Citarum yang berada di Desa Cilangkap.

Akibat penyempitan dan pendangkalan Kali Cilangkap ini, sering kali terjadi banjir pada waktu musim penghujan. Padahal sebelumnya tidak pernah air naik ke jalan yang mengakibatkan terganggunya pengguna jalan yang menghubungkan Kabupaten Purwakarta dan Karawang. Bahkan terjadi korban jiwa beberapa kali.

BBWS Citarum berharap agar tidak terjadi lagi korban bencana yang melintasi Kali Cilangkap ini.

Ketua RT 07/06 Kmp Cisalak Desa Cilangkap, Unip (56) mengutarakan, akibat penyempitan dan pendangkalan pernah terjadi korban. Dengan adanya Normalisasi Kali Cilangkap ini, tidak ada lagi korban. “Apabila tidak dinormalisasi, dikhawatirkan terjadi lagi banjir,” pungkas Unip.                        

(Penulis: Daup Herlambang/Editor: Mbayak Ginting)