Jaga Kuantitas Air, Gubernur Jabar Minta Penghijauan di Hulu dan Sepanjang Daerah Aliran Sungai
Sabtu, 24 Maret 2018 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 160 kali
Gubernur Jabar menebar 500 ribu benih ikan nilem, emas, sepat dan ikan tawes di Situ Abidin. (foto: Ist/Hms Jbr)

BEKASI, medikomonline.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, penghijauan harus dilakukan di kawasan hulu dan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) di seluruh sungai di Jabar agar kuantitas debit air dari hulu sungai, tengah hingga hilir merata.

"Kita memperingati hari air dunia tentu tidak hanya seremoni tapi ini adalah komitmen kita untuk lebih memelihara air baik kuantitas maupun kualitasnya," tegas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) usai peringatan Hari Air Dunia ke-26 tingkat Provinsi Jabar yang dipusatkan di area Situ Abidin, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Kamis (22/03/2018).

Gubernur menekankan, Pemprov Jabar berkomitmen terus memelihara dan menjaga air baik kuantitas maupun kualitasnya. "Supaya kuantitasnya (air-red) teratur maka kita harus melakukan penghijauan di berbagai tempat khususnya di kawasan hulu dan sepanjang DAS di sungai yang ada, hanya itu kata kuncinya agar air kembali normal," tuturnya.

Aher mengatakan, seharusnya debit air yang mengalir dari bulan Januari sampai Desember mengalir normal. Bila di satu saat ada debit air yang terlihat tinggi tidak akan berbahaya bila dikendalikan oleh hutan yang lebat dan prilaku manusia yang tidak membuang sampah ke sungai. Di saat musim kemarau pun di mana debit air berkurang tidak akan menyebabkan kekeringan karena pasokan air dari hulu tetap terus mengalir.

Aher menegaskan, Pemprov Jabar dan masyarakat harus terus berkomitmen memelihara nilai atau kualitas air. Seperti tidak mengotori air, embung, situ dan tidak membuang sampah, limbah pabrik, limbah rumah tangga dan ternak ke sepanjang aliran sungai.

"Kita harus berkomitmen untuk memelihara nilai air. Di sempadan sungai juga dilarang membangun apapun kalaupun ada jangan membuang apapun dan rumah harus menghadap ke sungai jangan membelakangi," ujarnya.

Menurut Gubernur, bila rumah dibangun dengan menghadap sungai, maka sungai akan menjadi tamannya. Sebaliknya bila membelakangi maka sungai akan menjadi tempat pembuangan.

"Dengan cara ini dan berkomitmen memelihara debit air secara kuantitas dan kualitas maka Insya Allah kita akan tetap memiliki air bersih bagi kehidupan kita," ucap Aher.

Langkah Pemprov Jabar selama ini terus melakukan penghijauan di hulu sungai, memperbaiki cekdam bersama Kementerian PUPera, memelihara embung-embung, memlihara DAS dan menormalisasi sungai.

"Tentu ini perlu usaha bersama secara serentak. Sekarang kita bersyukur ada Perpres tentang Pengendalian Citarum. Dengan Perpres ini yang asalnya bersama-sama bekerja tapi belum bekerja sama, sekarang sudah bersama-sama bekerja dan bekerja sama. Insya Allah akan terintegrasi dari pusat sampai daerah. Mudah-mudahan ke depan dengan pengendalian ini Citarum akan kembali harum dan airnya jernih lagi," ungkapnya.

Dalam peringatan hari air dunia yang bertemakan "Nature for Water" ini, Gubernur Aher berkesempatan melakukan penebaran 500 ribu benih ikan nilem, emas, sepat dan ikan tawes di Situ Abidin serta penanaman 500 pohon. Dalam peringatan tersebut juga telah dipilih 8 orang duta air Jabar.

Menurut Wakil Bupati Bekasi Eka Supriatmadja, peringatan hari air dunia ke-26 tingkat Jabar ini sangat tepat diadakan di Situ Abidin karena kawasan ini selain sebagai tempat penampung air dan konservasi air tanah, juga berfungsi untuk pengendalian banjir dan juga dicanangkan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bekasi.

(Penulis: IthinK)