Peringati Hari Air Sedunia, Gubernur Jabar Tebar Lima Juta Ikan di Waduk Jatigede
Jumat, 28 April 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 229 kali
Gubernur Jabar menebar ikan di Waduk Jatigede, Sumedang didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Jafar Ismail (kanan topi merah). (foto: Ist/Hms Jbr)

SUMEDANG, Medikomonline.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) menebar 5.050.000 ekor ikan ke Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jabar. "Hari ini ada lima juta benih ikan yang kita tebar, ikan ini akan jadi sumber protein yang memadai dan cukup untuk masyarakat," kata Aher dalam puncak peringatan Hari Air Dunia  XXV Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2017 di Waduk Jatigede, Sumedang, Kamis (27/04/2017).

Aher mengharapkan air Waduk Jatigede tidak hanya bermanfaat untuk irigasi  pertanian saja, tapi juga berpotensi untuk bidang perikanan dan pariwisata.

Gubernur mengimbau masyarakat untuk mengambil ikan yang sudah layak dipanen atau yang berukuran besar saja. "Ambil ikannya yang ukuran besar, yang kecil biar hidup dulu," ujarnya.

Aher juga mengatakan, gerakan menebar benih ikan memang tengah digalakkan Pemprov Jabar. Tahun 2016 lalu, Pemprov Jabar juga telah menebar benih ikan sebanyak 12 juta ke berbagai sungai dan waduk yang ada di wilayah Jabar.

Dalam penebaran ikan tersebut, Gubernur Jabar didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Jafar Ismail, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Nana Nasuha Djuhri, Bupati Sumedang Eka Setiawan, dan Ketua TP PKK Jabar Netty Prrasetyani Heryawan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Jafar Ismail menjelaskan kepada Medikomonline.com, sebanyak lima juta ikan yang ditebar Gubernur Jabar berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar. Ikan tersebut dikembangkan dan diproduksi dari balai-balai yang ada di Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar.

Lanjut Jafar, jenis-jenis ikan yang ditebar Gubernur Jabar terdiri dari Ikan Patin 1 juta ekor, Ikan Mas 500.000 ekor, Ikan Nila 500.000 ekor, Ikan Tambakan 400.000 ekor, Ikan Beureum Panon 200.000 ekor, Ikan Nilem 650.000 ekor, Ikan Bandeng Tawar 250.000 ekor, dan Udang Galah 50.000 ekor.  

“Dengan penebaran ikan ini, herang caina, loba laukna, mangfaat keur balarea (bening airnya, banyak ikannya, bermanfaat bagi semuanya-red),” ujar Jafar menjelaskan tujuan penebaran ikan di Waduk Jatigede tersebut.

Selain menebar benih ikan, pada kesempatan tersebut Gubernur juga menanam pohon di lingkungan Waduk Jatigede. Aher berharap lingkungan sekitar Jatigede bisa asri dan lestari.

 

Peringatan Hari Air Dunia ke XXV

Pemprov Jabar memperingati puncak peringatan Hari Air Dunia ke XXV Tingkat Provinsi Jabar  Tahun 2017, di Kawasan Waduk Jatigede Sumedang, Kamis (27/04/2017). "Kita ingin Hari Air Sedunia ini menjadi momentum bagi masyarakat Jawa Barat khususnya termasuk masyarakat Indonesia dan Dunia untuk memperhatikan, memelihara, melestarikan air, kita jaga baik kuantitasnya maupun kualitasnya," kata Gubernur.

Kata Gubernur, air sangat penting, karena air adalah kehidupan. Tidak mungkin ada kehidupan tanpa air. “Oleh karena itulah mari kita jaga air dengan baik mulai dari hulu sampai dengan hilir," katanya.

Untuk itu kata Aher, perlu dibangun budaya yang baik terhadap air, budaya baik yang diimplementasikan masyarakat dengan memelihara kebersihan air sejak air mengalir dari Hulu hingga ke hilir.

Aher juga mengungkapkan keprihatinannya atas prilaku masyarakat yang belum memiliki kesadaran menjaga kelestarian lingkungan, khususnya air. Kondisi ini terlihat dengan masih maraknya pencemaran air oleh sampah, limbah ternak, limbah rumah tangga, maupun limbah industri yang terjadi di sejumlah anak sungai di Jabar.

Contohnya pencemaran yang terjadi di Sungai Citarum. Aher menuturkan, kotornya Citarum terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian air.

Aher berharap dengan berbagai program pelestarian air di Jabar, pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya air untuk terus dijaga dapat meningkat.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk mengembangkan Gerakan Lima Tidakm yaitu: Tidak menebang pohon, Tidak membuang limbah ternak, Tidak membuang limbah rumah tangga, Tidak membuang limbah industri, dan Tidak membuang limbah apapun ke sungai.

(Penulis: IthinK)