Tujuh Perusahaan Meraih Penghargaan Properda 2017 dari Pemprov Jabar
Minggu, 24 Desember 2017 | 11 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 261 kali
Program Peringkat Kinerja Perusahaan Daerah Jabar (Properda) tahun 2017

BANDUNG, Medikomonline.com – Tujuh perusahaan meraih penghargaan kategori emas (tingkat kesadaran industri terhadap kelestarian lingkungan yang paling baik) pada anugerah Program Peringkat Kinerja Perusahaan Daerah Jabar (Properda) tahun 2017 yang diselenggarakan Pemprov Jabar.

Ketujuh perusahaan tersebut adalah Pertamina Geothermal Energi Area Kamojang, PT Biofarma, PT Pertamina Refinery unit VI Balongan, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java, PT Aneka Tambang Pongkor Bogor, PT Pertamina TBBM Bandung Grup dan PT Star Energy Geothermal Wayang Windu.

Pemprov Jabar memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang ramah lingkungan dan telah mentaati peraturan perundang-undangan tentang lingkungan hidup, khususnya perusahaan yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.

Penganugerahan kinerja pengelolaan lingkungan terbaik bagi industri Properda tahun 2017 yang diikuti 225 perusahaan ini, digelar di Hotel Horison Bandung, Rabu (20/12/2017).

Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar (Demiz) menyerahkan plakat penghargaan kepada tujuh pimpinan perusahaan tersebut. Demiz mengungkapkan, dunia usaha dituntut untuk terus memperbarui paradigma usahanya dari single bottom yang hanya sekedar mengejar keuntungan menjadi triple bottom line yang mengintegrasikan tiga pilar penting dalam proses produksi yaitu profit, people dan planet.

“Jadi konsep triple bottom line ini menegaskan, jika perusahaan ingin mempertahankan keberlangsungan usahanya maka selain mengejar profit juga harus memperhatikan dan terlibat pada upaya pemenuhan kesejahteraan masyarakat atau people sekaligus ikut berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, planet,” ungkap Demiz.

Penghargaan Properda ini merupakan tahun ketiga, sejak diselenggarakan tahun 2015 lalu oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Jabar.

Demiz menuturkan, sebagai provinsi dengan tingkat investasi terbesar nasional, maka laju pertumbuhan ekonomi di Jabar meningkat signifikan. Di sisi lain tumbuhnya investasi, daya dukung dan daya tahan lingkungan juga mendapat tekanan yang berat.

“Oleh sebab itu kampanye, pengawasan dan partisipasi aktif perusahaan dalam melestarikan lingkungan harus diperkuat untuk membangun ketaatan yang dilandasi kesadaran dan kebutuhan bukan sekedar keterpaksaan,” tuturnya.

Pemberian penghargaan Properda bertujuan mendorong perusahaan untuk taat peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan melalui integrasi prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi, penerapan sistem manajemen lingkungan, reuse, reduce recycle, efisiensi energi, konservasi sumber daya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggung jawab melalui program pengembangan masyarakat. “Saya bersyukur ini sudah memasuki tahun ketiga jumlah peserta Properda yang tahun lalu 200, sekarang 225,” ujar Demiz.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Anang Sudarna menjelaskan, Properda akan melihat atau menilai sejauh mana ketaatan perusahaan dalam melaksanakan kewajiban yang meliputi aspek dokumen perizinan, bagaimana perusahaan mengelola pencemaran air, pencemaran udara dan bagaimana mengelola limbah B3.

“Mengapa kami mengadakan Properda di luar Propernas atau Proper yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, karena jumlah industri yang ada di Jabar sangat banyak dan Proper tidak mampu menetapkan penilaian kinerja untuk seluruh perusahaan,” jelas Anang.

Penilaian Properda dilakukan dengan teknik, tata cara, prosedur dan ketentuan-ketentuan yang sama persis dengan Proper oleh Kementerian LHK, bahkan petugas asesornya pun adalah petugas yang sama.

Anang mengatakan, penilaian Properda berdasarkan instrumen pendorong ketaatan para pelaku industri dalam menaati seluruh peraturan bidang lingkungan hidup melalui penyebaran informasi kepada publik dan pihak terkait lainnya. Yang kedua, penilaian Properda berdasarkan pada kinerja pengelolaan lingkungan hidup yang telah dilalukan oleh perusahaan baik di dalam maupun di luar perusahaannya.

“Ketiga, sebagai bentuk pembinaan dan pengawasan yang dilakukan secara terintegrasi terhadap penaatan peraturan lingkungan hidup yang hasilnya diklasifikasikan menjadi tiga peringkat yaitu peringkat biru, merah dan hitam,” kata Anang.

(Penulis: IthinK/Editor: Mbayak Ginting)