BIJB Menjadi Fasilitas Pemberangkatan Umroh
Selasa, 07 Maret 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 329 kali
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan BIJB di Kertajati disertai Gubernur Jabar, Kepala Dishub Provinsi, Bupati Majalengka, Wakil Bupati Majalengka, Direktur PT BIJB, Jumat (24/2/2017).

MAJALENGKA, Medikomonline.com – Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menyebutkan, Bandara Internasional Jawa Barat akan menjadi fasilitas pemberangkatan umroh bagi masyarakat Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian barat serta selatan.

    BIJB pun akan menjadi solusi bagi masyarakat Jawa Barat yang cukup jauh aksesnya ke bandara. BIJB ini nantinya akan bisa menampung kelas pesawat Boeing 747 dan Airbus 300 yang merupakan kelas pesawat jumbo jet.

    Menhub mengunjungi proyek Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Majalengka, Jumat ( 24/2/ 2017). Kehadirannya ke BIJB disertai Gubernur Ahmad Heryawan, Bupati Majalengka Sutrisno, Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra serta sejumlah pejabat lainnya.

    “Awalnya ditargetkan Februari-Maret 2018 selesai, melihat kondisi sekarang paling lambat selesai pertengahan 2018," kata Menhub Budi Karya Sumadi yang mengapresiasi dan berterimakasih kepada Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Majalengka atas dukungannya selama ini sehingga pembangunan BIJB bisa berjalan lancar.

    Dijelaskannya pembangunan BIJB ini dilakukan dengan pola kerjasama APBN, dan Pemda lewat APBD-nya serta pihak swasta.

    “Namun dipastikan hasilnya level of service, level of security dan level of safety dipastikan aman,” katanya.

    Tahun ini Pemerintah Pusat kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 250 miliar untuk penuntasan pembangunan serta pembangunan akses tol menuju bandara.

    “Format awal pembangunan BIJB memang dilakukan Pemerintah Pusat, kini pendanaan kembali oleh pusat dan pemprov,” ungkap Budi yang mengaku kehadirannya ke BIJB untuk memastikan proyek tersebut berjalan lancar sehingga bisa dioperasikan pada 2018 mendatang. Sedangkan pengelolaan bandara akan dilakukan oleh Angkasapura II.

    Dalam waktu dekat Menurut Budi Karya Sumadi, pihaknya bersama Pemprov Jabar dan Pemkab Majalengka akan membahas bagaimana nanti ke depan soal pengelolaan BIJB termasuk aerocitynya. Termasuk pembangunan jalan tol dan akses non tol menuju bandara.

Direktur PT BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, pihaknya menargetkan pembangunan bandara bisa selesai pada akhir tahun ini. Pihaknya menargetkan soft opening pada Januari 2018, selanjutnya operasional dilakukan pada Maret 2018.

    Sedangkan skema pembiayaan untuk pembangunan BIJB 51 persen Pemerintah Provinsi, sisanya modal disuntik dari Jasa Sarana dan skema reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) infrastruktur Dirgantara yang akan diluncurkan pada 15 Maret 2017.

    Di tempat yang sama Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pada tahun 2017 Pemprov Jabar sudah mengalokasikan anggaran tambahan  melalui APBD Jabar  sebesar 258 miliar.

    "Tambahan anggaran akan diakomoodir di perubahan anggaran tahun 2017 dan akan ditambah lagi di anggaran 2018," ungkap Gubernur.

                Menyinggung soal kendala lahan Ahmad Heryawan memastikan saat ini sudah tidak ada kendala apapun, karena seluruh masyarakat sudah merelakan lahannya untuk dibangun bandara. Bahkan tahun kemarin kekurangan untuk pembangunan landasan pacu sudah tuntas.

(Penulis: Juremi)