Kementerian ESDM Serahkan 3 Unit Sumur Bor Air Bersih ke Pemkab Karo
Kamis, 28 Februari 2019 | 22 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 70 kali
Direktur Bahan Bakar Minyak, BPH Migas Patuan Alfon Simajuntak didampingi   Kalak BPBD Karo  Martin Sitepu menggunting pipa tanda penyerahan sumur bor air bersih di Desa  Nang Belawan II. (Foto: Tekwasi Sinuhaji)

KABANJAHE, Medikomonline.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan tiga unit sumur bor air bersih kepada Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (28/02/2019). Penyerahan sumur bor dipusatkan di Desa  Nang Belawan II, Kecamatan  Simpang Empat, Kabupaten Karo, di hunian tetap (Huntap) pengungsi  erupsi Gunung  Sinabung yang selama sembilan tahun telah mengalami erupsi.

Direktur Bahan Bakar Minyak (BBM), Badan Pengatur Hilir Minyak dan  Gas Bumi (BPH Migas) Kementerian ESDM Dr Ir Patuan Alfon Simajuntak MM MKKK menyerahkan sumur bor tersebutu kepada Bupati Karo Terkelin  Berahmana SH yang diwakili  oleh Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Martin Sitepu.

Simajuntak mengatakan,  Bupati Karo   Terkelin  Berahmana SH pernah  datang ke Kementerian ESDM dan menyampaikan permasalahan  yang dialami oleh pengungsi erupsi Gunung Sinabung pada saat itu tentang sarana air bersih. “Supaya masyarakat pengungsi terbantu, maka pada hari ini permintaan yang disampaikan  oleh  pengungsi melalui pemerintah kab Karo  akan  diadakan  penyerahan (sumur bor-red),” kata Simajuntak.

Lanjutnya, sumur bor yang diserahkan ini sebanyak 3 unit di Kabupaten Karo, yaitu untuk Kecamatan Simpang Empat di Desa Nang Belawan dan Desa Ndokum Siroga, dan Kecamatan Tiga Panah di Desa Suka Maju. Sebanyak 17 unit sumur bor air bersih telah selesai dibangun Kementerian ESDM di Provinsi Sumatra Utara di tahun 2018, dan tiga di antaranya di Kabupaten Karo.

Simajuntak menambahkan, dengan diadakannya penyerahan ini sumur bor ini menandakan  bahwa sumur bor yang telah dibangun tahun 2018, dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Penyerahan ini juga dimaksud sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM memiliki program yang pro terhadap kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam. Di mana beberapa daerah  di wilayah Propinsi Sumatra Utara mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya, maupun keadaan pascabencana letusan Gunung Sinabung,” kata Simajuntak.

Tiga unit sumur  bor tersebut mempunyai spesifikasi teknis kedalaman hingga 125 meter dan kisaran debit 1 liter/detik sampai dengan 2,5 liter/detik. Konstruksi pipa besi galvanis dengan diameter 6", pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 10 hingga 12 kvA mengunakan pompa selam (submersible) 2,99 PK dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa dan bak penampungan air berkapasitas 5000 liter dengan debit air rata rata 1,8liter/detik. Setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih  sampai dengan 2.592 jiwa.

Menurut Simajuntak, Program Sumur Bor yang dimulai sejak tahun 2000-an ini. Terhitung dari tahun 2005 sampai dengan  2018 sebanyak 2.288 unit sumur bor air bersih dapat dibangun  untuk melayani kurang lebih  6,6 juta jiwa masyarakat di daerah sulit air bersih yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.
“Seiring dengan keberhasilan program ini dalam mengentaskankan permasalahan air bersih di daerah sulit air, Kementerian ESDM terus menambah anggaran program ini untuk  menjangkau masyarakat daerah  yang sulit air yang lebih banyak,” tambah Simajuntak.

Kata dia, banyaknya permintaan sumur bor air tanah menandai banyak kekurangan air bersih  dan kualitas air yang kurang baik. Pada tahun 2018 Kementerian ESDM  telah mencapai target  dalam membangun sumur bor sebanyak 506 unit di seluruh Indonesia dan jumlah tersebut meningkat 2 kali lipat dibanding tahun 2017.

Hadir dalam  penyerahan tersebut  Bupati Karo yang diwakili  oleh Kalak BPBD Martin Sitepu, Camat Simpang Empat, Kepala Desa (Kades) Berastepu Gemuk  Sitepu, Kades Nang Belawan, Danramil Simpang Empat Kapten J Surbakti, masyarakat pengungsi Nang Belawan ll, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Bupati Karo  yang diwakili  oleh  Martin Sitepu mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Kementerian ESDM.

Pada waktu yang bersamaan,  Danramil Simpang Empat juga meminta kepada pemerintah khususnya  Kementerian ESDM supaya membantu atau memperhatikan  kebutuhan  pengungsi, baik infrastruktur  begitu juga dengan transportasi  ke desa tempat pengungsi. Seharusnya Huntap sudah ditempati 343 kepala keluarga (KK), namun sampai seakarang baru  ditempati oleh 50  KK.

(Penulis: Tekwasi Sinuhaji/Editor: Mbayak Ginting)