Kota Sukabumi Berangkatkan 10 KK Tranmigran ke Kalimantan Utara
Selasa, 07 Maret 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 363 kali
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Sukabumi mengadakan sosialisasi kepada masyarakat yang akan mengikuti keberangkatan transmigrasi ke Kalimantan Utara (Kapuas) dilaksanakan di GOR Taman Asri Kota Sukabumi

SUKABUMI, Medikomonline.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Sukabumi mengadakan sosialisasi kepada masyarakat yang akan mengikuti keberangkatan transmigrasi ke Kalimantan Utara (Kapuas) dilaksanakan di GOR Taman Asri Kota Sukabumi (23/2). Sosialisasi yang dibuka Walikota Sukabumi HM Muraz SH MM, diikuti unsur masyarakat serta tiap kelurahan se Kota Sukabumi.

Walikota menyampaikan, pada tahun  lalu dan sampai hari ini kelihatannya peserta transmigrasi tidak ada yang mengeluh dan tidak ada yang kembali.  Mereka sudah transmigrasi ke Sulawesi Ponawe, wilayah Kalimantan Utara Kabupaten Kapuas.

“Dengan itu disosialisakikan dulu. Tadi udah saya sampaikan dengan jelas, jadi harus mengolah tanah dahulu dan harus menghidupi dulu keluarga. Mudah-mudahan dengan adanya transmigrasi ini, maka segera disosialisasikan ke RT/RW. Yang niat berangkat diseleksi dahulu oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dari segi fisik tidak boleh sakit, dari segi keterampilan harus kreatif kerja. Yang diutamakan sudah terbiasa dengan pengolah tanah. Mereka yang akan diberangkatkan 10 KK. Keberangkatan transmigran tahun ini ke Kapuas,” tandasnya.

Pada acara yang sama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ipin Saripin mengatakan, “Alhamdulilah ada yang berhasil sesudah mereka berangkat dan menetap di sana. Sekarang menjadi pengusaha mengumpulkan hasil dari tani. Mereka menjadi tengkulak.”

Lanjut Ipin, jumlah yang akan diberangkatkan untuk transmigrasi 10 KK, sedangkan untuk pembagian jatah 10 KK itu oleh kecamatan, dalam hal ini pelatihan pembinaan kesiapan mental. Selama enam bulan mereka yang masuk seleksi akan diberangkatkan ke Kapuas untuk pemerataan penduduk, untuk kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya perubahan pada dunia, baik dari segi ekonomi dengan jalan hijrah dalam artian hijrah fisik. Dari segi pengolahan tanah, nantinya akan diberi tanah dua hektar bersama keluarga. Pada akhirnya nanti menjadi hak milik sudah bersertifikat.

(Penulis: Soni J/Editor: Mbayak Ginting)