Lahan IPDN Jatinangor Siap Digunakan Untuk Percepatan Pembangunan Tol Cisumdawu
Selasa, 04 September 2018 | 1 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 84 kali
Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD Jabar diterima Mendagri Tjahyo Kumolo saat berkonsultasi masalah lahan IPDN terkait Tol Cisumdawu. (Foto: Ist)

BANDUNG, Medikomonline.com – Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) menemui  Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pengatur Jalan Tol di Jakarta pada Senin-Selasa (3-4/9/2018) untuk mengonsultasikan percepatan pembangunan Jalan Tol Cisumdawu.

“Pembangunan Tol Cisumdawu harus dipercepat. Lahan di IPDN Jatinangor yang selama ini dianggap belum bebas, ternyata sudah bisa digunakan,” kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady kepada Medikomonline.com, Selasa (4/9) setelah Komisi IV berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pengatur Jalan Tol.

"Selama ini pembebasan lahan di IPDN Jatinangor dianggap sebagai salah satu kendala lambatnya perkembangan pembangunan Tol Cisumdawu. Ternyata, menurut Kemendagri, kami langsung diterima Mendagri Tjahyo Kumolo, pihaknya sudah mempersilakan kontraktor untuk melaksanakan pekerjaannya. Sudah ada surat yang dikeluarkan terkait hal itu per 17 Mei 2017," ujar Daddy saat dihubungi via telefon genggamnya kepada Medikomonline.com.

Lanjut Daddy, Kemendagri memang mengakui, tampaknya kontraktor masih ragu karena ada masyarakat (41 kepala keluarga-red) yang menggugat lahan IPDN. Gugatan sudah sampai tiga kali. IPDN memenangkan perkara. Namun, ada pihak lain yang mengajukan gugatan lagi. Pihak yang mengaku keturunan Baron Daud itu kalah di persidangan tahap pertama, tetapi mengajukan banding. 

"Barangkali itu salah satu sebab mengapa di lahan-lahan yang seperti itu belum selesai pembangunannya. Kalau toh ada sebagian asrama yang terkena trase, pada dasarnya kontraktor siap membangun penggantinya. Mudah-mudahan begitu kenyataannya di lapangan," imbuh Daddy, tokoh politik Partai Gerindra Jabar ini.

Ditambahkan Daddy, semula ada pula dugaan bahwa hambatannya karena ketika trase akan digeser untuk menghindari asrama putri, ternyata malah kena jurang yang tentu membutuhkan biaya yang tidak kalah besar.

“Kemendagri menegaskan pembangunan Tol Cisumdawu harus dipercepat. Tidak ada alasan lagi masalah lahan di IPDN. Secara keseluruhan ada sekitar 65 hektare lahan IPDN yang akan terkena jalur tol yang akan menghubungkan Cileunyi-Sumedang-Dawuan tersebut. Tanah milik IPDN secara keseluruhan seluas 279 dari 284 haktare yang tercatat di awal,” jelas Daddy yang berasal dari Daerah Pemilihan Kabupaten Indramayu, Cirebon dan Kota Cirebon ini.

Katanya, IPDN juga tidak meminta ganti rugi sepeser pun. Kalau ada sejumlah uang yang dialokasikan untuk itu di kementerian lain, Kemendagri menegaskan agar uang tersebut dikembalikan saja ke kas negara.

"Kementerian PUPR memprediksi Tol Cisumdawu Fase 1 Seksi 2-3 baru beroperasi pada April 2019. Dengan berbagai persoalan yang ada, secara keseluruhan Fase 1 baru akan siap pada bulan Agustus 2020. Ini meleset dari harapan semula karena pada awalnya Tol Cisumdawu diharapkan rampung sejalan dengan rampungnya pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati," ujar Daddy yang juga Sekretaris Fraksi Gerindra, DPRD Jabar  tersebut.

Lebih lanjut Daddy menambahkan, selesainya Tol Cisumawu akan memperlancar arus jamaah haji yang pada tahun 2019 direncanakan sudah berangkat langsung dari Bandara Kertajati ke Tanah Suci. Selain itu, frekuensi penerbangan di BIJB Kertajati juga pasti akan meningkat pesat. Ujungnya, BIJB Kertajati dan Tol Cisumdawu akan benar-benar menjadi salah satu pengungkit perekonomian masyarakat Jawa Barat.

(Penulis: IthinK)