Presiden Jokowi Serahkan Kartu Indonesia Pintar dan Sehat di Bandung
Rabu, 12 April 2017 | 7 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 108 kali
Presiden Jokowi menyerahkan KIP dan KIS kepada masyarakat di Bandung. (foto: Ist/hms)

BANDUNG, Medikomonline.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Pemberian Makanan Tambahan (PMT), dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada warga masyarakat Kota Bandung di Lapangan Taman Pendawa, Kota Bandung, Rabu (12/4/17).

Pembagian KIP dan KIS, PKH dan PMT ini bertujuan untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ikut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pembagian kartu tersebut.

Presiden Jokowi mengatakan, dia ingin anak-anak Indonesia bisa bersaing dan tidak kalah berkompetisi dengan anak-anak negara lainnya. Saat ini pemerintah fokus dalam pembenahan kualitas generasi mulai dari ibu hamil.

Jokowi mengatakan, masyarakat yang memiliki KIS berhak atas pelayanan kesehatan di Puskesmas dan rumah sakit. Masyarakat pemegang KIS yang tidak mendapat layanan kesehatan yang baik di Puskesmas atau rumah sakit agar melaporkan kepada Pemerintah.

"Karena yang pegang ini (KIS) bukan nggak bayar lho ya, rakyat memang nggak bayar, betul. Tapi pemerintah membayar rumah sakit, jangan keliru. BPJS nih yang bayar ke rumah sakit. Jadi apa-apa tuh bayar. Kalau dilayani nggak baik hati-hati, dokternya hati-hati, Direktur Rumah Sakitnya hati-hati. Kalau diulang-ulang terus (pelayanan tidak baik) saya akan perintah dicopot," kata Jokowi.

Terkait KIP, Jokowi meminta setiap siswa yang mendapat KIP agar bisa menggunakan program bantuan tersebut dengan baik untuk program pendidikan, seperti membeli buku, sepatu, seragam, tas, dan lainnya. Melalui KIP, setiap siswa SD penerima KIP mendapat bantuan Rp 450.000 per tahun, siswa SMP sebesar Rp750.000 per tahun, serta siswa SMA/SMK sebesar Rp 1.000.000 per tahun.

“Untuk beli pulsa tidak boleh. Kalau tahu uang yang dari KIP dipakai buat beli pulsa, akan dicabut kartunya, ya. Kita janjian ya. Karena ini setiap tahun akan diberikan,” ucap Jokowi.

Sementara untuk PMT dimulai dari ibu hamil, balita, dan anak usai sekolah. Makanan berupa biskuit penuh gizi ini punya aturan dalam konsumsinya.

Jokowi mengatakan, PMT ini diberikan sebagai investasi jangka panjang. Untuk ibu hamil umur kandungan  1-3 bulan cukup memakan biskuit dua keping/hari, dan kandungan 4-9 bulan tiga keping/hari. Sementara untuk balita umur 6-11 bulan delapan keping/hari, umur 1-5 tahun 12 keping/hari, dan untuk anak usia sekolah cukup memakan enam keping/hari.     

“Kenapa ini kita berikan? Ini adalah investasi jangka panjang. Menanamnya sekarang, tapi panennya nanti 30 tahun, 40 tahun yang akan datang. Karena kalau ibu-ibu hamil yang ada di kandungan itu tidak dirawat dengan baik, anak kita menjadi tidak sehat ke depan, menjadi tidak pintar. Ini komposisi gizinya sudah dihitung dan komposisi gizinya tinggi, tapi makannya betul-betul diatur,” ujar Jokowi.

Untuk PKH setiap keluarga diberikan Rp 1.890.000,00. Namun bisa diambil empat kali di bank yang sudah ditunjuk pemerintah. Masyarakat penerima PKH untuk pertama kali bisa mengambil bantuan ini Rp 500.000,00.

Jokowi mengungkapkan, PKH ini bisa tidak digunakan atau disimpan sebagai tabungan. “Namun, saya mengingatkan sebelum megambil itu sudah ada rencana untuk apa. Untuk tambahan gizi anak, bisa. Untuk pendidikan bisa. Untuk tambahan usaha kecil-kecilan juga bisa. Tapi ini ga bisa buat beli rokok suami, ya. Kalau ketauan bisa dicabut PKH-nya,” pungkas Jokowi.

Penyerahan KIP, KIS, PMT, dan PKH ini merupakan rangkaian kunjungan kerja dua hari Presdiden Jokowi di Jawa Barat.

Pada hari pertama kunjungan Presiden, Jokowi akan meninjau Teras Cihampelas Kota Bandung, juga menyerahkan sertifikat tanah di Batununggal, Buah Batu, Kota Bandung. Pada hari kedua, Jokowi dijadwalkan akan berkunjung ke Kota dan Kabupaten Cirebon untuk menyerahkan KIP, KIS, PKH, dan PMT, serta bersilaturahmi dengan para tokoh dan ulama Cirebon.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan, Presiden membagikan sebanyak 157 KIS, 250 KIP, Kejar Paket A, B, dan C untuk 440 orang terdiri dari 100 paket SMK, 239 PKH masing-masing akan menerima Rp 1.890.000 per tahun, serta PMT untuk anak-anak balita sebanyak 100 orang, 100 ibu hamil, dan anak-anak sekolah 100 orang.

(Penulis: IthinK)