Presiden Jokowi Serahkan Kartu Indonesia Pintar dan Sertifikat Tanah Kepada Warga Jabar
Selasa, 13 Juni 2017 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 71 kali
Presiden Jokowi bagikan Kartu Indonesia Pintar dan Sertifikat Tanah

TASIKMALAYA, Medikomonline.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Sertifikat Hak Atas Tanah kepada 2.359 warga Jabar dari 11 kabupaten/kota dalam acara Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah Program Strategis Nasional, Pembinaan, Fasilitasi, dan Kerjasama Akses Reform di Balaikota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun No 1, Kota Tasikmalaya, Jumat (9/6/17).

Kesebelas kabupaten/kota penerima sertifikat di Jabar yaitu Kota Tasikmalaya (315 orang penerima sertifikat), Kabupaten Tasikmalaya (314), Kabupaten Ciamis (400), Kota Banjar (525), Kabupaten Pangandran (275), Kabupaten Garut (300), Kabupaten Karawang (115), Kabupaten Cirebon (100), Kabupaten Cianjur (100), Kabupaten Sumedang (59), dan Kabupaten Bekasi (50 orang).

Presiden Jokowi mengatakan, sertifikat tanah ini penting karena banyak terjadi sengketa tanah sulit selesai dan masyarakat kalah dalam sengketa karena tidak memiliki sertifikat. "Oleh sebab itu, saat ini Pemerintah mendorong agar secepat-cepatnya lahan-lahan yang belum memiliki sertifikat itu diberikan sertifikatnya," kata Jokowi.

Ada 126 juta bidang tanah di seluruh Indonesia. Namun, baru sekitar 46 juta yang terserfikat. Sementara di Jawa Barat sendiri ada 19,8 juta bidang tanah dan yang tersertifikat sebanyak 6,4 juta bidang tanah. Pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN menargetkan tahun ini bisa menyertifikasi 5 juta lahan.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) yang hadir mendampingi Presiden menyambut baik dan berterimakasih atas pemberian sertifikat tersebut. Wagub berharap program pemberian sertifikat ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Saya kira ini, Insya Allah oleh para penerima manfaat dapat dirasakan langsung, sehingga bisa meningkatkan, baik Sumber Daya Manusia itu sendiri dan kesejahteraan masyarakat yang secara langsung dirasakan oleh para penerima manfaat," ujar Wagub.

 

 

Jokowi Bagikan 1.500 KIP

Jokowi juga membagikan 1.500 Kartu Indonesia Pintar (KIP) khususnya bagi siswa yatim/panti di SMP Negeri 2 Kota Tasikmalaya, Jl. Alun-Alun No. 1, Kota Tasikmalaya. KIP untuk jenjang SD sebanyak 575 siswa, SMP 238 siswa, SMA 133 siswa, dan SMK sebanyak 340 siswa. Sedangkan untuk kelompok belajar, Paket A 40 orang, Paket B 61 orang, dan Paket C 113 warga belajar.

Melalui KIP ini para siswa akan mendapat dana bantuan belajar per tahunnya. Penerima KIP jenjang SD akan mendapatkan bantuan Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu, SMA dan SMK Rp 1 juta.

"Saya minta anggaran yang ada, dana yang ada di kartu ini digunakan untuk urusan-urusan yang berkaitan dengan sekolah dan pendidikan. Bisa untuk beli buku, beli seragam, sepatu," pinta Jokowi kepada para siswa penerima KIP.

"Kalau buat beli pulsa boleh nggak? Janjian kita, kalau ada yang dipakai buat beli pulsa kartu ini akan dicabut," tambahnya.

Sementara itu, Wagub Demiz mengucapkan terima kasih atas perhatian dan blusukan Jokowi ke Tasikmalaya dan Ciamis selama dua hari. Selain pemberian KIP, Jokowi juga membagian Kartu Indonesia Sehat (KIS), bantuan paket sembako, bantuan makanan tambahan, serta bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada bapak Presiden yang dalam kesempatan ini, ke Kabupaten dan Kota Tasikmalaya serta Ciamis, dalam rangka memberikan KIP, Kartu Indonesia Sehat, kemudian bantuan sembako, serta makanan tambahan dan juga sertifikasi hak atas tanah kepada para penerima manfaat. Serta ada satu yang luar biasa ada Program Keluarga Harapan," tutur Demiz.

Usai memberikan sertifikat, Jokowi yang didampingi para menteri Kabinet Kerja, juga Wagub Demiz, dan rombongan melaksanakan ibadah Shalat Jumat di Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Setelah itu, Jokowi melanjutkan kunjungan ke UPTD Puseksmas Cilembang, Jl. Cieunteng, Cihideng, Kota Tasikmalaya. Jokowi membagikan paket Sembako berupa beras, minyak goreng, gula, teh kemasan, juga Pemberian Makanan Tambahan atau PMT.

(Penulis: IthinK)