Dipakai Kejuaraan Nasional, Menpora Minta Pacuan Kuda Pangandaran Dirawat
Selasa, 14 Maret 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 188 kali
Menpora Imam Nahrawi dan Menristekdikti Mohamad Nasir mengunjungi Pacuan Kuda Pangandaran

PANGANDARAN, Medikomonline.comMenpora Imam Nahrawi dan Menristekdikti Mohamad Nasir yang melakukan kunjungan kerja ke Pangandaran, Senin (13/3/2017). Salah satu lokasi yang dikunjungi Menpora adalah Pacuan Kuda di Desa Legok Jawa, Kecamatan Cimerak, Pangandaran. Pacuan Kuda Pangandaran ini merupakan bekas perhelatan Pekan Olahraga Nasional XIX yang lalu.

Imam Nahrawi meminta kepada pemerintah daerah untuk benar-benar memperhatikan perawatan venues-venues bekas penyelenggaraan PON Jawa Barat, termasuik Pacuan Kuda Pangandaran.

Arena pacuan kuda yang letaknya di pinggir laut ini cukup indah. “Jadi sayang jika arena pacuan kuda ini sampai tidak terawat,” kata Nahrawi.

 "Pemandanganya bagus sekali. Tidak pernah ada di Indonesia pemandangan pacuan kuda di pinggir laut dan akses jalan pun juga sudah bagus. Beberapa pacuan kuda di tempat lain tidak sebagus ini, saya ingin venues ini benar-benar dirawat dengan baik. Itu yang menjadi komitmen pemerintah daerah bagaimana infrastruktur olahraga pasca PON Jawa Barat harus betul-betul dimanfaatkan dengan baik. Karena kalau tidak arena ini akan terbengkalai," ujarnya.

Menpora merasa bersyukur mendengar arena pacuan kuda ini rencananya akan digunakan untuk kejuaraan nasional. "Saya bersyukur sebentar lagi akan ada kejuaraan nasional yang akan di laksanakan di sini. Tinggal bagaimana PORDASI untuk mengunakan arena ini sebagai kegiatan pacuan dan keindustrian," pintanya.

Pacuan Kuda Legok Jawa atau sekarang lebih dikenal Pacuan Kuda Pangandaran sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2007 oleh tokoh masyarakat setempat. Orang kaya dari Legok Jawa memang sebagian besar punya kuda. Salah satu tokoh masyarakat Legok Jawa yang mencintai kuda adalah Ganda Permana. Dia memiliki beberapa kuda yang bagus. Di kalangan pehobi balap kuda, Ganda adalah tokohnya.

Karena hobinya itu dia punya cita-cita untuk membangun pacuan kuda sendiri. Sebab selama ini untuk latihan berkuda saja harus berpindah-pindah. Salah satunya di lapangan Pacuan Kuda Katapang Doyong di Desa Pangandaran.

Tapi itu tidak bertahan lama karena dialihfungsikan. Lalu para pecinta kuda pindah ke Pamugaran di Desa Cikembulan Kecamatan Sidamulih, tapi itu pun tak berlangsung lama. Pascatsunami tahun 2006, sejumlah tokoh khusunya pehobi kuda di Pangandaran berkumpul untuk merumuskan Lapang Pacuan Kuda Legok Jawa yang memang sudah ada sejak dulu, tapi mati suri.

(Penulis: IthinK)