Diduga Arogan dan Bergaya Premanisme, Ketua DPRD Ciamis Dicemooh Warga
Senin, 09 Oktober 2017 | 6 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 148 kali
Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana

CIAMIS, Medikomonline.com – Ulah Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana yang diduga mengajak berkelahi kepada warga Kecamatan Lakbok Kabupaten Ciamis, Deni Suganda, pemilik lahan yang direncana akan dibangun tower satelit Smart Freen kini menjadi sorotan warga.

   Beberapa warga menilai sikap Ketua DPRD Ciamis dalam menjalankan konstitusi ataupun tupoksi sebagai dewan perwakilan rakyat malah menciderai hati rakyat. Beberapa pihak mencemooh atas ulah arogan alias premanisme Ketua DPRD Ciamis yang baru jadi satu periode itu.

   “Cemoohan maupun keluhan pun datang bukan dari warga saja. Akan tetapi dari teman sejawat di dewan dan beberapa pejabat teras Ciamis termasuk teman sejawat pergerakan pun menyayangkan sikap arogan dan urakan itu. Mengajak kelahi salah satu warga sebetulnya menjadi preseden buruk baginya,” terang beberapa pihak kepada Medikom.

   Bahkan sejumlah kalangan menyampaikan sikap Nanang Permana itu memang karakter orangnya demikian dan tidak robah-robah. Diungkapkan beberapa warga masyarakat yang mengetahui langsung kejadian Ketua DPRD mengajak berkelahi Deni Suganda yang akrab disapa Deni Lakbok, sikap itu sangat melukai hati rakyat. Kalau toh memang benar hal ini menjadikannya berang dan urakan, seharusnya tidak perlu ditampakkan depan publik.

   “Apakah masalahnya itu tidak bisa diselesaikan dengan cara baik-baik, apalagi dewan itu orang cendekiawan yang pintar serta memiliki daya pemikiran yang bisa lebih baik,” ujarnya.

   “Lagian ada apa sih sebenarnya sampai Ketua DPRD bersikap tidak senonoh demikian?” tanya warga yang tidak tahu kejadian sesungguhnya di lokasi kejadian hingga Nanang Permana berang dan menantang Deni Lakbok.

   Lagi-lagi mereka pun mencemooh sikap Ketua DPRD yang demikian jeleknya. Apalagi Nanang Permana sebagai pejabat publik yang jelas digaji oleh uang Negara yang notabene uang akyat seharusnya bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat banyak. Bukan malah memberikan contoh yang tidak baik seperti demikian.

   Banyak warga menilai, sikap Ketua DPRD Ciamis yang demikian itu jelas sangat mencoreng nama baik anggota DPRD. Apalagi Ciamis akan melangsungkan Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati, tentu hal ini dapat mempengaruhi simpati yang semula condong dan mendukung pihaknya selaku partai yang turut bersama-sama akan nyalon dengan slogan “Lanjutkan”.

   Selain itu, dirinya menjadi anggota DPRD sebab adanya dukungan dari masyarakat yang nyoblos. Akan tetapi menurut beberapa warga sekitar dan warga luar Kecamatan Lakbok, akibat ulah Ketua DPRD yang terkesan premanisme itu ke depan akan dapat menjatuhkan dirinya sendiri.

   Berkaitan dengan alasan mendasar apa sehingga Nanang Permana berang dan mengajak berkelahi Deni Lakbok, banyak pihak yang ingin tahu. Medikom Selasa (03/10/2017) mencoba mengkonfirmasi Nanang Permana dengan mempertanyakan, apa yang menjadi alasan mendasar sampai mengajak berkelahi kepada Deni Lakbok? Apa ada unsur politik di balik semua ini? Akan tetapi Nanang tetap tidak memberikan penjelasan kepada Medikom.

   Medikom pun sempat mempertanyakan kepadanya berkaitan dengan masalah pihaknya melayangkan pesan singkat berkenaan dengan kode etik jurnalistik. Mana dan apa yang menurut pihaknya tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik dari berita yang sudah muncul? Apakah dirinya sudah membaca beritanya, supaya bisa dengan jelas menggunakan hak koreksi maupun hak jawabnya? Nanang pun enggan memberikan tanggapannya kepada Medikom.

   Bahkan hari berikutnya, Rabu (04/10/2017) Medikom mencoba menghubunginya beberapa kali. Namun Nanang pun tidak mengangkat telepon genggamnya. Di-sms pun tidak membalasnya sama sekali.

   Menanggapi hal tersebut, sejumlah kalangan khususnya pegiat jurnalistik, menyayangkan sikap Nanang Permana yang malah hanya mempertanyakan masalah kode etik jurnalistik. Diungkapkan beberapa wartawan Ciamis, wartawan saat menulis berita tersebut setelah mendapat penjelasan dari Medikom bahwa sebelumnya sudah menghubungi Nanang Permana untuk menanyakan langsung ada apa masalahnya, sampai Ketua DPRD mengajak kelahi kepada Deni Lakbok itu sudah benar.

   “Dan beberapa kali wartawannya sudah melakukan upaya mencoba mengklarifikasi persoalannya. Terlepas dari itu semua artinya jurnalis sudah melakukan koridor aturan maupun kode etik jurnalistik. Jika dalam pemberitaan tidak sesuai dengan fakta dan hasil konfirmasi, tinggal dikoreksi maupun hak jawab. Dan hak jawab bagi nara sumber atau orang yang diberitakan itu adalah ketentuannya sebagaimana dijelaskan dalam Kode Etik Jurnalistik,” terang beberapa wartawan Ciamis kepada Medikom.

   Menurutnya, sikap Ketua DPRD yang seakan tidak menerima karena diberitakan sesuai fakta di lapangan sebagaimana wartawan dapatkan dan sebaliknya Nanang Permana malah seakan mempersoalkan masalah Kode Etik Jurnalistik itu jelas, pihaknya (Nanang Permana) tidak berdasar dengan aturan perundang-undangan Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Bahkan sebagian menilai kalau itu hanya sebuah gertakan belaka kepada wartawan supaya down.

   “Harusnya, sikap Ketua DPRD Ciamis itu tidak demikian, tinggal dikomunikasikan baik-baik, karena wartawan menulis berita itu sesuai apa hasil klarifikasi, koreksi maupun hak jawab,” tuturnya. 

(Penulis: Herz/Ato)