Kembangkan Transportasi dan Perdagangan Kopi, DPRD Dukung Pemprov Jabar Kerjasama dengan Chongqing
Sabtu, 13 Mei 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 157 kali
Gubernur Jabar didampingi Anggota DPRD Jabar di Kota Metropolitan Chongqing, Tiongkok

BANDUNG, Medikomonline.com – DPRD Jabar mendukung Pemerintah Provinsi ?Jawa Barat untuk mengaplikasikan sistem transportasi publik yang berjalan di Kota Metropolitan Chongqing, Tiongkok melalui kerja sama Sister Province yang ditandatangani Senin, (8/5/2017). Chongqing bisa menjadi kiblat sistem transportasi yang terintegrasi dan lengkap mulai dari monorel, subway, bus, dan moda transportasi lainnya. 

Selain itu, DPRD Jabar juga mendukung kerjasama Pemprov Jabar dengan Chongqing agar bisa menjadi jembatan perdagangan untuk memasarkan kopi asal Jabar di Tiongkok. Chongqing merupakan pintu gerbang perdagangan dari Asia ke Eropa. Chongqing pun menjadi pusat perdagangan kopi dunia urutan ketiga.

Dukungan DPRD Jabar ini ditunjukkan dengan keikutsertaaan Wakil Ketua DPRD Jabar Harris Bobihoe dan tiga anggota DPRD Jabar Waras Wasisto SH (Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar), Drs H Yod Mintaraga MPA (Ketua Fraksi Golkar Amanah), DR H Didin Supriadin (Fraksi Demokrat) mendampingi kunjungan rombongan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ke Kota Metropolitan Chongqing, Tiongkok.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama? Provinsi Jawa Barat Taufiq Budi Santoso menuturkan, kerjasama transportasi dan perdagangan kopi menjadi bobot yang cukup tinggi dalam kerja sama antara daerah tersebut.

"Latar belakang MoU Sister Provinxe antara Jawa Barat dan Chongqing yaitu rencana Jabar yang akan mengembangkan transportasi dengan moda monorel terutama di Bandung Raya. Itu yang diusulkan kerja sama dengan badan usaha yang ada di Chongqing," kata Taufiq.

Sebelumnya, Jabar telah dikunjungi oleh delegasi Chongqing pada tahun 2015 lalu. Mereka melakukan LoI (Letter of Intent) di Bandung untuk menyiapkan rencana kerja sama yang lebih luas.

"Fokusnya pengembangan perkotaan dan pengembangan layanan transportasi publik di perkotaan. Itu yang difokuskan selain pendidikan dan pariwisata," ujar Taufiq.

Lanjut Taufik, Pemprov Jabar ingin mempelajari sistem transportasi perkotaan yang ada di Chongqing. Menurut data analisa sekunder, Chongqing ini lengkap sistem transportasinya mulai dari monorel, subway bus dan moda lain yang disediakan untuk melayani mobilitas warga di sana.

"Monorel di sini beda, kapasitas angkutnya besar. Ini yang ingin kita pelajari sistemnya dulu. Apabila kita aplikasikan di Jabar, mana yang paling pas khususnya untuk metropolitan di Jabar, termasuk? di aerocity Kertajati. Kita ingin kota baru di aerocity Kertajati  lengkap dengan intermoda yang terintegrasi," tutur dia.

Mengenai teknologi, lanjut dia, pihaknya pun akan mempertimbangkan yang efektif dan efisien. Di Indonesia memang sudah ada pembuat kereta api, tapi kita ingin lihat di Chongqing untuk mendapat kesimpulan yang paling efektif dan efisien.

"Kalau  resmi beli, operasional, maintenan, transfer of knowledge pasti akan terjadi, tapi hal itu akan dibahas lebih lanjut,"ujar dia.

Yang kedua, ucap Taufik, yang menjadidi bobot yang cukup besar pada kerja sama tersebut yaitu Chongqing sebagai pusat perdagangan ?tidak hanya untuk Tiongkok tapi untuk negara lain di sekitar Tiongkok. Chongqing pun pintu gerbang ke Eropa.

"Meski jauh tapi ada penghubung transportasi dari Chongqing ke Eropa. Selain itu terkenal pusat perdagangan kopi, tiga besar di dunia. Di Jabar juga produksi kopi. Jadi bagaimana kopi Jabar diperkenalkan ke dunia melalui Chongqing,"ucap dia.

(Penulis: IthinK)