Rusak 40 Persen, DPRD Pertanyakan Pola Penanganan Jalan Nasional di Jabar
Kamis, 23 Maret 2017 | 1 Tahun yang lalu | Di baca sebanyak 141 kali
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady

BANDUNG, Medikomonline.com – Kondisi jalan nasional rusak sebesar 40 persen dari 1.789 km panjang jalan nasional di wilayah Provinsi Jabar. Menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Jabar Daddy Rohanady, kerusakan jalan terutama pada jalan arteri. Kerusakan jalan nasional tersebut tersebar di beberapa kabupaten/kota seperti di Kabupaten Sukabumi, Bogor, Bandung Barat, Purwakarta, Bekasi dan Karawang.

Untuk mempertanyakan pola penanganan jalan nasional di wilayah Jabar, rombongan Komisi IV DPRD Jabar mendatangi Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR di Jakarta. Rombongan Komisi IV ini dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Jabar Abdul Haris Bobihoe

Dijelaskan Daddy, selama ini apabila ada jalan yang rusak, masyarakat selalu menyalahkan pihak Provinsi Jabar. Sewaktu anggota DPRD Jabar melakukan kegiatan reses beberapa waktu lalu, masalah kerusakan jalan sangat banyak yang dikeluhkan oleh masyarakat.

“Hal itu kita dapat maklumi, mayoritas masyarakat tidak paham tentang status jalan, apakah itu jalan kabupaten/kota, provinsi atau nasional. Yang masyarakat inginkan jalan baik,” kata Daddy di ruang kerja Komisi IV, Rabu (22/03/2017).

Kata Daddy, penanganan jalan nasional di Provinsi Jabar merupakan tanggungjawab Balai Pengelolaan Jalan Nasional (BPJN) di bawah kendali Dirjen Bina Marga. Bila ada jalan nasional yang rusak, lambat untuk ditangani. Namun di sisi lain, provinsi tidak mempunya kewenangan untuk melakukan perbaikan.
oleh karena itu lanjut Daddy, seharusnya Dirjen Bina Marga menambah jumlah balainya. Soalnya, wilayah Jabar cukup luas.

Selain mempertanyakan masalah kerusakan jalan nasional, kedatangan DPRD Jabar ke Dirjen Bina Marga memastikan jumlah jalan tol yang akan dibangun di Jabar.

“Pada tahun 2016 lalu, kita dapat informasi bahwa di Jabar akan dibangun 14 jalan tol baru, tetapi setelah dikoordinasikan dengan Dirjen Bina Marga dan Balai Pengatur Jalan Tol (BPJT), ternyata ada 11. Tadi (Rabu, 22/03) kita ketemu lagi dengan orang Dirjen dan BPJT, mengatakan ada 19, namun belum jelas lokasi untuk pembangunan jalan baru tersebut (8 jalan tol baru),” katanya.

(Penulis: IthinK)