1.449 KK Kecamatan Gunung Puyuh Menerima Paket Sembako
Selasa, 07 Maret 2017 | 9 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 266 kali
Kecamatan Gunung Puyuh membagikan sembako sebagai program keluarga harapan (PKH) guna meningkatkan daya beli rumah tangga sangat miskin (RTSM)

SUKABUMI, Medikom - Kecamatan Gunung Puyuh membagikan sembako sebagai program keluarga harapan (PKH) guna meningkatkan daya beli rumah tangga sangat miskin (RTSM). Sebagai produk layanan E/warung KUBE PKH koperasi masyarakat Indonesia sehat sejahtera, bantuan sosial seperti hasil usaha PKH dan RASTRA menyediakan kebutuhan bagi keluarga RASTRA dengan program keluarga harapan, dengan menyediakan transaksi keuangan secara elektronik baik untuk pencairan bantua sosial maupun pembelian pembayaran lainnya.

Acara pembagian sembako tersebut dilaksanakan di Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Rabu (1/2). Pada saat dikomfirmasi dalam kesibukannya, Sekretaris Kecamatan Gunung Puyuh Ika Jatmika Rahayu menyampaikan, sebanyak 1.449 paket sosial sembako diberikan kepada 1.449 KK untuk empat kelurahan yaitu: Kelurahan Gunung Puyuh, Karamat, Karang Tengah, dan Sriwidari.

Melihat pengalaman pembagian sembako secara serentak yang mengakibatkan masyarakat berdesak-desakan, Ika mengatakan, kali ini pembagian pembagian waktu untuk penyerahan sembako. Hal ini dilakukan  karena yang menerima bantuan ini ada yang sudah tua.

“Prihatin, maka dengan itu kita membagi waktu untuk kelancaran dan keamanan yang menerima bantuan hari ini memang banyak terjadi di kecamatan. Ada orang yang seharusnya menerima paket sembako ini tidak menerima paket sembako. Seperti itu sering terjadi, tapi emang kita tidak bisa apa-apa. Tapi ini langsung dari pusat Kemensos sehingga kita menyampaikan undangan yang sudah tertera dari Kemensos,” kata Ika.

Lanjutnya, bantuan tersebut berbentuk pangan seperti beras 10 Kg, gula pasir 2 Kg dengan nilai Rp110 ribu per satu bulan setiap KPM. Pengambilan kartu merah putih dilaksanakan oleh BNI 46 pada hari Sabtu. “Pada hari ini kartu tersebut ditukarkan dengan beras dan gula pasir. Dengan adanya kartu merah putih, ada yang tidak bisa dicairkan karena saldonya belum ada,” katanya.

Sekmat menegaskan, “Saya merasa kaget karena memang tidak tahu, ternyata ada yang saldonya kosong ketika saya dikomfirmasi dengan BNI 46 berdasarkan data dari Kemensos. Ada yang doubel kartunya sehingga mereka dikosongkan dulu saldonya.”

Terkait kekosongan saldo ini, penyerahan data siapa saja yang masih kosong saldonya akan diakumulasikan bulan berikutnya. Saldo yang kosong tidak akan hilang, hak meraka masih ada. Sedangkan data yang ada terlalu lama dari tahun 2011 hingga 2017, jadi wajar ada yang tidak sesuai dengan wilayah.

Dengan adanya bantuan sosial ini, satu bulan sekali penerima mendapatkan uang Rp110 ribu.  dan mungkin ke depannya tidak akan di Kecamatan Gunung Puyuh untuk pembagian sembako, tetapi ada agen-agen E warung yang tersebar. Ini mungkin belum siap di Kota Sukabumi sehingga ada agen dari BNI 46 pada hari ini sudah berjejer siap melayani sebanyak 11 agen dari BNI 46.

Lagi pula kata Ika, ini program baru. Selain pelayanan pun masih terbata-bata, dalam penyerahannya masih ada kendala. Semua ini langkah awal yang difokuskan di kecamatan. “Mudah-mudahan awal beikutnya mendekati sasaran,” katanya. 

(Penulis: Soni J/Editor: Mbayak Ginting)