7 Titik Rawan Banjir Jadi Perhatian BPBD
Sabtu, 17 November 2018 | 23 Hari yang lalu | Di baca sebanyak 45 kali
Foto bersama usai Rakor Siaga Bencana Banjir dan Longsor tingkat Provinsi Jawa Barat

INDRAMAYU, medikomonline.com – Seiring dengan mulainya musim hujan yang terjadi di kabupaten Indramayu, Pemkab Indramayu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengantisipasi datangnya banjir yang kerap terjadi secara tiba-tiba. Saat ini setidaknya terdapat 7 titik yang berpotensi menjadi penyebab banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Indramayu.

Hal tersebut terungkap ketika berlangsung Rakor Siaga Bencana Banjir dan Longsor tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di BPBD Provinsi Jawa Barat, Rabu (14/11/2018) dan Rakor bersama BBWS Cimanuk – Cisanggarung, Kamis (15/11/2018) yang berlangsung di Cirebon.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzahnul Ulum saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, warga yang ada di Jawa Barat hendaknya selalu waspada di lingkungan permukimannya jika terjadi cuaca buruk dan berhati-hati dalam perjalanan antar kota/kabupaten. Ia juga meminta kepada ketua RT/RW, kepala desa dan camat agar bersiaga dan melaporkan secepatnya titik-titik potensi rawan bencana kepada BPBD setempat dan BPBD Jabar. Selain itu kepala daerah kabupaten/kota untuk lebih sigap memberikan atensi pada potensi bencana dan memberikan bantuan kepada kedaruratan di lokasi-lokasi kebencanaan.

“Untuk tingkat provinsi saat ini sudah dibuat SK Siaga Darurat, untuk itu ini harus segera dibreakdown di kabupaten/kota lainnya untuk menyiapkan tim serupa. Masalah kebencanaan bukan hanya tanggung jawab BPBD namun menjadi tanggung jawab semua SKPD,” tegas wagub.

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana mengatakan, berdasarkan hasil Rakor dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung sepanjang aliran Sungai Cimanuk terdapat 52 titik kritis. Namun untuk di Kabupaten Indramayu sampai saat ini yang cukup mendapatkan perhatian ekstra adalah sepanjang aliran Sungai Bangkir hingga Waledan terdapat 7 titik tanggul yang masih kritis.

“Untuk memastikan hal itu, nanti kami tanggal 21 November mendatang akan susur sungai bersama dengan semua pihak,” tandas Edi. 

(Penulis H Yonif/Editor Dadan Supardan)