Anggaran Pemasangan Kaki Tangan Palsu Tahun 2017 Dipertanyakan
Jumat, 28 Desember 2018 | 2 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 2346 kali
Kaki tangan palsu (ilustrasi)

SUKABUMI, Medikomonline – Berdasarkan hasil konfirmasi tertulis Koran Medikom Nomor 015/MD-SMI/XII/2018 yang ditujukan kepada Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi pada tanggal 5 Desember 2018, Dinas Sosial memberikan klarifikasi lewat Surat Nomor 810/2079/Rehsos, pada tanggal 12 Desember 2018. Surat ditandatangani oleh Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi R Joni Bambang S SH MM, menjelaskan, (1) Pada anggaran Dinas Sosial tahun 2017 tidak ada kegiatan pemasangan kaki dan tangan palsu. Dinas Sosial hanya memfasilitasi masyarakat yang mengusulkan untuk pengukuran dan pemasangan kaki dan tangan palsu, dikarenakan kegiatan tersebut yang melaksanakan adalah Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Suara Hati.

(2) untuk kegiatan pengadaan alat bantu fisik bagi penyandang disabilitas tahun anggaran 2017 berupa 30 buah kursi roda, 15 buah alat bantu dengar, 20 pasang tongkat ketiak dan 10 buah tongkat putih. Sejumlah alat bantu tersebut sudah disalurkan kepada pemanfaat bantuan yaitu penyandang disabilitas yang berada di wilayah Kabupaten Sukabumi.

“Sementara untuk pengadaan sejumlah alat bantu dimaksud, dilaksanakan oleh pihak ketiga, yang diterima oleh dinas sosial sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh penyandang disabilitas, serta sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku,” jelas pihak Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, dalam surat klarifikasi yang diterima koran Medikom pada 17 Desember 2018 dari Bidang Rehsos.

Namun menurut informasi yang dimiliki Medikom terkait Rencana Umum Pengadaan, dengan nama kegiatan "PENGADAAN ALAT BANTU FISIK BAGI PENYANDANG DISABILITAS" tertera:

Nama Paket : Pengadaan alat bantu fisik bagi penyandang disabilitas

KLDI : Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi

Satuan Kerja : DINAS SOSIAL, Tahun Anggaran : 2017

Lokasi Pekerjaan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat,

Volume 5 Jenis Alat Bantu dengan Deskripsi/Spesifikasi "Pengadaan kursi roda, tongkat ketiak, tongkat putih, alat bantu dengar dan pemasangan tangan dan kaki palsu.

Sumber Dana APBD Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi 1.06 . 1.06.01 . 35 . 02110000000 Total 110.000.000, Jenis Pengadaan : Barang, Pemilihan Penyedia : Pengadaan Langsung

WAKTU Bulan Kebutuhan : N/A

Bulan Pekerjaan Akhir : April 2017

Bulan Pekerjaan Mulai : April 2017

Bulan Pemilihan Akhir : April 2017

Bulan Pemilihan Mulai : April 2017

Tanggal Perbarui : 2017-02-09.

Berdasarkan informasi tersebut terdapat 5 jenis pengadaan, namun sesuai dengan penjelasan dari Dinas Sosial bahwa kegiatan tersebut hanya terealisasi 4 kegiatan yakni pengadaan kursi roda, tongkat ketiak, tongkat putih, serta pengadaan alat bantu dengar. Sementara untuk pemasangan tangan dan kaki palsu diduga tidak terealisasi.

Atas dugaan tersebut, Denny Hendrawan Kepala Bidang Rehsos Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Kamis 27 Desember 2018, saat dikonfirmasi terkait anggaran pemasangan kaki dan tangan palsu yang diduga tidak terealisasikan, menjelaskan, untuk kegiatan pengadaan alat bantu fisik bagi penyandang disabilitas tahun anggaran 2017 ia tidak mengetahuinya. Sebab saat itu ia belum bertugas menjadi Kepala Bidang Rehsos di Dinas Sosial dan masih bertugas di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sukabumi.

Lanjut Denny, ia mulai pindah tugas menjadi Kepala Rehsos di Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi pada minggu kedua September 2017. “Jadi untuk proses pengadaan alat bantu fisik bagi penyandang disabilitas tersebut dilaksanakan disaat jabatan Kepala Bidang Rehsos masih dikepalai oleh Ibu Ai yang saat ini sudah pensiun. Oleh sebab itu saat ini saya belum bisa memberikan klarifikasi/penjelasan. Mungkin lebih jelasnya nanti akan disampaikan oleh Kepala Seksi, namun saat ini sedang bertugas di luar kantor,” jelas Denny.

Berkaitan dengan kerja sama antara Dinas Sosial dengan LKS Suara Hati seperti yang tertuang pada surat klarifikasi dari Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Panji Ketua LKS Suara Hati saat dikonfirmasi, Rabu 26 Desember 2018 menjelaskan, kerja sama yang dibangun antara Dinas Sosial dan LKS Suara Hati, cukup banyak. Seperti contohnya, manakala sedang mengadakan kegiatan di Wilayah Kabupaten Sukabumi dan memerlukan rekomendasi sebagai persyaratan untuk memperlancar bantuan yang masuk dari pihak luar,  pihaknya meminta bantuan ke Dinas Sosial untuk diterbitkan surat rekomendasi, serta melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial saat melakukan kegiatan di wilayah Kabupaten Sukabumi. “Jadi secara garis besar kerja sama antara LKS Suara Hati dengan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi hanya sebatas sisi administrasi saja,” jelasnya.

Sementara untuk bantuan lainnya, seperti alat bantu fisik atau bantuan anggaran untuk kegiatan sosial, baik pengukuran maupun pemasangan kaki dan tangan palsu, LKS Suara Hati tidak pernah menerima bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.

Namun kata Panji, LKS Suara Hati pernah sekali dibantu oleh Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi yaitu diberikan pinjaman kendaraan untuk kegiatan social. “Selain itu tidak ada. Kalaupun kita pernah ikut andil dalam kegiatan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi yaitu  beberapa tahun lalu, pada kegiatan HDI namun bukan di tahun 2017," turur Panji.

(Penulis Iyan/Editor Dadan Supardan)