Aparatur Sipil Negara di Majalengka Keluhkan Pelayanan ATM Bank Jabar Banten
Selasa, 07 Februari 2017 | 10 Bulan yang lalu | Di baca sebanyak 160 kali
Ilustrasi ATM bjb

MAJALENGKA, Medikom – Sejumlah Aparatur Sipil Negara di Kabupaten Majalengka mengeluhkan pelayanana ajungan tunai mandiri milik Bank Jabar Banten (bjb) banyak yang kosong. Dengan demikian banyak ASN yang tidak bisa mengambil uang gajinya melalui ATM tersebut. Padahal gaji mereka mulai bulan Januari diambil melalui ATM.

    Akibat kosong, mereka baru akan mengambil gaji setelah ATM terisi kembali. Hanya tidak dipastikan kapan ATM akan terisi kembali karena ada sejumlah ATM yang kerap kosong hingga berhari-hari lamanya.

    Pipin dan Engkus dua ASN yang akan mengambil uang gajinya di ATM depan Alun-alun kota Majalengka mengaku kecewa karena ketika akan mengambil uang ternyata ATM kosong. Padahal dia sudah menunggu antrean cukup lama karena banyaknya ASN yang mengambil uang gaji.

    “Harusnya pihak Bank Jabar sudah mengantisipasi kalau tanggal 1 ini banyak ASN yang mengambil gaji, maka semua ATM harus terisi penuh. Atau bjb sebaiknya siaga ketika mengetahui kosong segera diisi kembali agar tidak mengecewakan nasabah. Terlebih ini kan uang gaji bukan uang simpanan biasa yang benar-benar dibutuhkan untuk biaya hidup dan bayar utang,” kata Pipin.

    Hal senada disampaikan Firman ASN lainnya yang mengaku mengambil uang gaji di ATM Jatiwangi sekitar pukul 08.00 WIB, ternyata ATM tersebut kosong.

    “Saya pagi-pagi mengambil uang dengan harapan tidak antre karena biasanya ketika mengambil gaji saja selalu antre apalagi sekarang ngambil uang di ATM pasti semua ASN berjubel, nyatanya pagi-pagi pun ATM kosong,” kata Firman.

    Akibat banyak ATM yang kosong akhirnya sejumlah ASN berkeliling mencari ATM yang masih berisi uang, namun ternyata kebanyakan kosong akhirnya banyak pegawai yang kecewa karena terpaksa harus pulang dengan tangan hampa.

    Mereka berharap menjelang awal bulan ATM bisa terisi penuh sama halnya ketika menghadapi libur panjang, karena akan banyak nasabah yang memanfaatkan ATM dihari libur untuk mengambil uang tunainya.

Yang repot adalah pegawai yang bekerja di sejumlah kecamatan yang tidak tersedia ATM di wilayahnya seperti Kecamatan Lemahsugih, Cingambul, Banjaran, Kertajati, Sukahaji, Argaura, Palasah serta sejumlah kecamatan lainnya. ASN yang bekerja di wilayah tersebut harus mencari ATM ke kecamatan tetangga yang letaknya cukup jauh.

    Harusnya pihak bank segera menyediakan fasilitas ATM di wilayah-wilayah tersebut. Kalau bank yang ditunjuk pemerintah tidak bisa menyediakan fasilitas ATM maka pengambilan gaji harusnya bisa dilakukan di ATM lain atau ATM bersama. Atau pengambilan gaji dilakukan di bank lain.

    Sementara itu pihak bjb tidak ada yang bersedia dimintai konfirmasi menyangkut hal tersebut. Hanya salah seorang karyawan mengatakan fasilitas pengisian ATM dilakukan oleh pihak ketiga bukan oleh pihak bank.

(Penulis: Juremi/Editor: mbayak ginting)